Kadang,

Kadang kita tak butuh pengakuan. Kadang kita hanya butuh waktu bersama mesti singkat. untuk bercerita, berbagi canda, menangis bersama dan kadang hanya untuk saling menyapa atau berbagi senyum.

Kadang pula kita sering menerka, apa, bagaimaa, kenapa, dan harus bagaimana. Tanpa harus mendapat jawaban pasti. Aneh ya rasanya. Namun kadang memang begitu.

Kadang yakin hingga begitu cepat hinggap di hati, kadang pula ragu cepat hadir secepat kilat cahaya. Kadang ada rasa tidak percaya yang berkelanjutan karena ternyata Tuhan menyiapkan sebuah hadiah terindah yang sudah sedikit nampak kepermukaan dari keabu abuannya. Kadang pula kita menangis dan bertanya kenapa abu abu ini tak kunjung menjadi hitam atau putih. Kita kadang merajuk dan mempertanyakan, namun kadang kita juga mengikhlaskan dengan begitu mudahnya.

Ahh kadang memang seperti itu. Sulit untuk diterka apa hati ingin dan apa realitas terjadi. Kadang pula hal yang kita terka nyatanya tidak baik dan kita baru sadar bahwa realita itu indah, tapi tak jarang pula kadang kadang kita itu kecewa akan realita yang terjadi.

Bukan karena tak perduli

Flower-flowers-32348112-1680-1050

Bukan karena tak perduli, hanya saja terkadang lebih baik memilih untuk menjaga kehormatan perasaanmu dan kehormatan perasaaannya. Karena ia sadar tipu muslihat setan begitu dahsyat.  sekuat apapun ia mencoba untuk menahan apa yang disimpannya rapat rapat, nyatanya rona wajahnya tetap saja tak bisa disembunyikan dari mu bukan? Ia memilih tak pernah menghubungimu untuk menanyakan hal hal yang terbilang basa basi, karena ia tahu sekuat apapun ia mencoba untuk biasa, nyatanya itu selalu gagal jika kamu ada di dekatnya. Entah do’a seperti apalagi yang harus ia panjatkan agar ia biasa saja jika berpapasan denganmu.  Entah harus bertingkah seperti apalagi untuk menyembunyikan salah tingkahnya darimu.

Ia tahu rasanya  nyaman jika kamu ada di dekatnya, ia juga tahu rasa nyaman itu bisa jadi ujian baginya. Ujian untuk menjaga kehormatannya, dan untuk  menjaga kehormatanmu ia memilih menjaga jarak dengan tak menghubungimu, dengan mengurangi interaksi denganmu, karena ia sadar selain kamu adalah ujian baginya, ia bisa  juga menjadi ujian bagimu. Andai kamu diposisi hidupnya, bagaimana perasaanmu?

Depok/8.8.16/23:53

 

Apakah aku sudah menjaga izzah dan iffahku?

jilbab-abu-abu

Apakah aku sudah menjaga izzah dan iffahku?

Pertanyaan yang sering aku tanyakan kepada diri sendiri. Refleksi atas apa yang sudah aku baca dan aku lakukan, menurutku ‘ya sudah’ walau tidak sempurna. Aku mencoba. Ditengah godaan yang kuat arusnya. Aku mencoba. Kenapa harus aku jaga izzah dan iffahku? Karena aku seorang perempuan, seorang perempuan pasti dalam kehidupannya ingin dihormati kehormatannya, ingin dijaga dan menjaga. Tapi apakah yang aku lakukan sudah menjaga izzah dan iffahku?

(more…)

Mencharge Hati

pernikahan

Allaah akan mempertemukan diwaktu yang tepat dengan orang yang tepat, ingat jika bukan orang lain pasti dia. Ahh begitu yakinnya dirimu gadis.
Ingat Iman itu sifatnya naik-turun, jadi harus terus dicharge. Apalagi hati wanita sifatnya lemah, perlu dicharge.
Jatuh cinta itu memang fitrah, asalkan ditempatkan di tempat yang sepantasnya. Tegaskan dalam hati, bila lelaki yang baik itu tidak akan mengajak wanita yang dicintainya untuk pacaran. Ia akan menjaga izzah dan iffah kita sebagai perempuan. Ia tidak akan mengajak kita dalam perbuatan maksiat. Tidak. Sekali lagi tidak.
(more…)