Istilah yang lagi ngetrend ‘Pluviophile’, Ternyata aku juga termasuk..

Hai selamat sore, fellaws! semoga selalu dalam keadaan yang baik ya dan masih bersemangat untuk menulis. Sore ini di luar lagi turun hujan yang cukup romantis tidak deras tapi cukup membuat orang pluviophiles seperti saya merasa senang dan bahagia. Apa si Pluviophiles itu? sudah lama rasanya saya ingin menulis ini. Jadi gini nih untuk orang-orang yang sangat menyukai waktu hujan terlebih ketika hujan itu mengenai debu dan debu itu mengeluarkan aroma yang khas.

Rain on umbrella
Gambar diambil dari; https://www.hln.be/wetenschap-planeet/weernieuws/het-wordt-vandaag-bewolkt-met-hier-en-daar-een-bui~a81ac830/

Sudah sejak lama saya menyukai aroma debu bertemu hujan ini, karena saya juga penasaran akhirnya saya mencari tahulah, kenapa ketika orang lain merasa itu biasa saja, untuk saya aroma itu bisa membuat saya relax sekali. Awal-awalnya saya juga merasa aneh kok bisa ya saya relax sekali hanya mencium aroma debu berjumpa air hujan.

Hasil iseng iseng saya mencari tahu, jadi begini nih ternyata menurut dictionary Pluviophile is A lover of rain ; someone who finds joy and peace of mind during rainy days. Seorang pencinta Hujan ; Seseorang yang merasakan nyaman dan pikiran yang damai ketika sedang hujan. Dari arti tersebut berarti orang yang tergolong dalam Pluviophile ialah ia yang menyukai hujan datang ketika yang lain itu merasa terganggu, bahkan bisa jadi mereka penunggu kedatangan hujan, ada perasaan nyaman dan relax ketika hujan turun.  (more…)

Advertisements

Bila kita diuji

Untitled-1

Kemarin adalah masa yang sulit. dunia seakan diputar balikan dalam waktu sepersekian detik. Semua hilang begitu saja bersama hampa. Porak pranda pertahanan masa. Ada geram yang tertahan. Seakan lupa semua sudah tertulis. Mungkin itu yang membuatNya cemburu. Hingga dalam sekejap DIA ambil apa yang kita pinta. Tapi ingat bukan DIA bermaksud mengecewakanmu, bukan.

DIA memberikan engkau waktu tuk menjemput janjiNya dengan begitu indah, harusnya begitu engkau ambil hikmah. Tapi engkau yang disebut manusia, wajar jika engkau porak poranda, saat itu.

Diujinya engkau dengan kehadirannya berkali kali lantas ia hilang berkali kali juga dengan begitunya. Ada apa denganmu yang gemar sekali datang tanpa permisi, kemudian pergi begitu saja? Kemarin engkau masih sama seperti beberapa tahun lalu,tapi kini engkau bukan yang kemarin, dengan susah payah kau bangun kembali dinding itu. Kembali pada malam panjang. Tak mau menuai murka untukmu tuan, sebab bukan begitu aku diajari. Bilapun dihempas seketika, biarlah.

Yang patah tumbuh, yang hilang berganti Yang hancur lebur akan terobati Yang sia-sia akan jadi makna Yang terus berulang suatu saat henti Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi Yang patah tumbuh, yang hilang berganti Di mana ada musim yang menunggu? #BandaNeira

If Allah can take away something you have never expected losing, He can replace them with something you’ve never imagined having

Begitu harapnya, mari do’akan dan bantu ia tuk bangkit. Sebab bisa jadi ia yang memilih tuk porak poranda.

[Tak ada kata Tapi pun Seandainya

Bilapun kemarin adalah kesempatan, nyatanya tak semua kesempatan harus diambil, bukan? Bisa jadi kesempatan itu ujian untukmu. Ujian guna melihat seberapa mantap hati kita menetap pada yang mula-mula kita tuju.

Bila kita diuji dengan kehadirannya ‘sekali lagi’ maka berdo’alah tuk engkau dijadikan sebagai orang yang paling sabar menghadapinya.

Tegar dan percayalah seperti Ummu Salamah, berdo’alah sebaik ia berdo’a dalam musibah “Allahumma ajirni fi mushibati wa akhlifha khairan minha”. 

The signs are there for those who look 

Cerita (Jatuh), Konsep yang aku tak sukai

Sampai pada tulisan kesekian aku masih mencoba untuk memberikan pemahaman pada diri ini tentang konsep ‘Menunggu, Diam dan Menjaga’. Entahlah lagi lagi aku tertarik untuk menulis tentang mu (yang masih menjadi Abu untukku), maafkan aku yang sering menjadikanmu topik. Engkau begitu aku coba jaga, aku coba menerapkan konsep ‘Aku menjaga kehormatanmu dengan kehormatanku’ kalaupun hari ini engkau masih abu untukku, aku percaya engkau esok nanti akan menjadi warna pelangi untuk hari hari yang singkat di dunia ini.

images

Tak lelah rasanya berdo’a pada sang Rabb ketika engkau datang padaku ‘Ya Rabb bila hari ini sekali lagi Engkau mengujiku dengan kehadirannya, aku memohonkan padaMu untuk menjadikan diriku sebagai orang yang paling sabar menghadapinya, menjadikan diriku orang yang  paling bisa menjaga diriku atas kehadirannya ketika jarak ini masih berlabel –haram-, sebab aku tak ingin menjadikan dirinya sebagai alasanku untuk durhaka kepadaMu terlebih mengajaknya bernikmat-nikmat dalam maksiat, innalillahi. Dan jika engkau mengujiku dengan ketidakpastian ini, maka jadikan aku orang yang memiliki pemikiran jernih untuk segera mengambil keputusan, sampaikanlah padanya –Aku lebih siap menerima ketidaksiapan daripada aku harus berhuznudzhon pada ketidakpastian- ‘ begitu tegasku. (more…)

Cerita (Jatuh)

Mengenalkan begitu cepat dan begitu runtut sampai rasa tak ada hela nafas yang terlewat begitu saja tanpa do’a untuknya. Ia duduk di selasar masjid sore itu, memegang Handphone yang sedari tadi tidaklah berbunyi ataupun ada tanda tanda akan berbunyi, sunyi dan senyap begitu, bak hatinya. Hari itu ia bermunajat dengan begitu khusyuk, rasanya malaikatpun ikut mengamini sebab mendengar kabar yang tidak pernah di duga.

c0f75ed80b0e436f2f0ae7203c861a7e--secret-garden-weddings-secret-gardens

Panggilan sang Ilahi diantara lembayung senja begitu merdu, itu pertanda hari sudah gelap dan ia boleh melepas dahaga. Ia berdo’a dengan lirih ‘Tuhan, aku niatkan semua untukmu, jika ia baik untuk diri ini maka hadirkan, pun begitu dengan rezekiku, serta terimalah ibadahku sebagai penolong diriku kelak ketika masa hisab. Engkau yang Maha Agung, Engkau yang Maha Kuasa, Engkau yang mampu menundukan yang kuat untuk yang lemah, engkau yang mampu menundukan ini dan itu, maka ya Allah tundukanlah hatiku diatas jalanmu begitupun dengannya’. Lirih hingga manusia disebelahnya pun tak mendengar, namun ia percaya Allah dan malaikat akan mengamininya sambil menjawab do’a itu dengan jawaban ‘Ya, akan Ku kabulkan do’amu’ entah kapan do’a nya terkabul ia hanya tau ia harus berikhtiar untuk mendapatkan jawaban itu. Kapan? itu semua hak Allah, tak pantas seorang hamba mengatur Allah, pintalah untuk Allah atur hidupmu dengan caraNya. (more…)

Resume “Keep The Faith” with Ust. Hanan Attaki, Lc. (20 Agustus 2017, Masjid Sunda Kelapa)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu, selamat siang teman-teman, saya mendapatkan hasil resume dari kajian bersama Ust. Hanan Attaki, Lc pada 20 Agustus lalu di Masjid Sunda Kelapa. Berikut ini ya hasil kajiannya, semoga bisa bermanfaat ya,

neverlosehim

[Keep the Faith]

Bersama Ustadz Hanan Attaki, Lc
Di Masjid Agung Sunda Kelapa  20/08/2017 12:30 pm

Sifat dari iman itu fluktuatif. Gausah iman, perasaan cinta juga gitu. Kadang menggebu-gebu, kadang ada masanya bete, surut. ????

Allah itu gak pernah jahil sama kita. Gak pernah ga sayang sama kita. Ga pernah benci sama kita. Kitanya aja yang gak paham maksud Allah apa.

Gimana caranya biar hubungan sama kita selalu excited?
Sering-sering aja kita “WA-an” sama Allah. WA dulu 100 ayat, kalau gak sanggup 10 ayat deh. Kalau habis bangun tidur coba langsung nyentuh AL Quran, baca beberapa ayat, coba jauhkan HP sebentar.

Pernah ngerasa gak grup WA sepi? Atau tiba-tiba left group gitu aja? Pasti kita bertanya-tanya ada apa. Kita pasti nanya, “Kok gini ya, kenapa?”

Kita sering mempertanyakan hubungan kita dengan manusia, tapi apakah sering mempertanyakan hubungan kita dengan Allah? Apakah kita memiliki kepekaan yang sama dengan Allah sebagaimana dengan teman-teman kita? – Ust. HA

Gak mungkin kita bisa baik dengan manusia kalau hubungan kita dengan Allah aja amburadul.

Kenapa ya hari ini saya bete banget? Kenapa ya gak enak banget hari ini? Kenapa ya? Kenapa ya? Q.S Al Ma’arij  ayat 20–21. Maka jawabannya perbaiki hubungan kita dengan Allah. Perbaiki shalat kita. (more…)

Resume ‘Kudis’ Kurang Disiplin bersama Ust. Subhan Bawazier, 16 Agustus 2017.

Selamat pagi sahabat, Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, hari ini saya mau menulis resume terkait hasil kajian di Masjid Al Azhar, Sisingamangaraja pada 16 Agustus 2017 lalu. Kajian ini merupakan kajian rutin yang diselenggarakan oleh ASIA ( Alumni Sekolah Islam Al Azhar ) setiap rabu malam ba’da isya. Kali ini topiknya tentang ‘Kurang Disiplin’ pemateri dalam kajian pada hari itu yaitu Ust. Subhan Bawazier.

20759373_730100490447955_5566135684126736384_n

Berikut resume dari kajian ‘Kudis’ Kurang Disiplin

Kurang disiplin nya seseorang bisa terjadi dikarenakan beberapa faktor yaitu sebagai berikut ini ;

1.      Sibuk dengan pekerjaan yang tidak bernilai hingga membuang waktu dengan percuma

2.      Menyianyiakan waktu tanpa aktivitas

3.      Tidak pandai memanajemen kebijakan waktu

4.      Tidak memiliki program kerja yang tertulis

5.      Kurang disiplin dalam menuntut ilmu

Kurang disiplin atau bisa kita sebut sebagai penyakit “Kudis” ini biasanya terjadi karena kurangnya iman pada diri kita, sehingga segala sesuatu terbengkalai dengan mudahnya. Ingat duhai sahabat, harga diri seorang muslim adalah ketika ia berakad, maka akadkan dalam diri kita untuk terus meluruskan niat agar tetap jadi manusia yang menyenangi kajian untuk menuntut ilmu syar’i. Sebab orang yang berilmu tidak mau menyendiri maka ia akan selalu mencari majelis halaqah dzikir atau bisa disebut dengan Taman Surga (Majelis Ilmu). Maka muslim yang sudah dan sedang berproses menuntut ilmu syar’i dalam taman surga sudah seharusnya tidak menghujat saudara seiman baik di dunia nyata maupun di dunia maya, mari mulailah berkhusnudzhon. (more…)

Ini pengalamanku menjadi wanita 1/2 Cadar (Satu hari mengenakannya)

 

Bismillah, selamat pagi sahabat semuanya. Semoga pagi ini dan seterusnya selalu dalam keadaan baik. Hari ini saya akan menulis pengalaman saya mengenakan Niqob (Cadar) meskipun itu hanya satu hari. Sebelum sahabat sekalian selesai membaca ini saya mohon jangan langsung men-judge diri yang sedang belajar ini salah karena mengenakannya hanya sehari lantas membukanya. Karena sifat hakiki manusia adalah lemah, begitupun dengan saya. Semoga tulisan ini bisa membantu kita untuk menghargai proses seseorang, entah itu laki-laki yang sedang berhijrah maupun perempuan.

Hari itu saya memutuskan ingin mencoba walau sehari dan walau belum sempurna untuk mengenakannya. Dalam sebuah perjalanan singkat mengunjungi saudara yang melaksanakan hajat walimatul ursy di Belitong. Pada hari terakhir saya berada disana saya memutuskan untuk mencoba mengenakan niqab. Jauh dari jakarta sudah saya niatkan untuk mencoba mengenakannya, hingga saya bawa satu helai niqab di koper saya, itu pun bukan milik saya melainkan saudari saya, karena memang saya belum mendapat restu dari orang tua, dan saya berprasangka baik akan belum direstuinya saya, selagi saya masih diizinkan di dukung menggunakan yang wajib tak ada alasan saya untuk berdebat terhadap hal tersebut.

Hari itu, 18 Juli 2017 hujan pagi mengguyur kota Tanjung Pandan. Saya kehabisan stock masker saya, dan berhubung kulit saya yang mudah menghitam sedang agenda hari terakhir adalah mengunjungi pantai maka saya teringat sehelai niqab yang saya bawa, wallahi niat utama saya bukan mengenakannya agar tidak menghitam, saya ingin merasakan ‘bagaimana rasanya ketika menggunakan ini (niqob), akankah orang orang di sekeliling saya takut atau bahkan mendukung’. Beberapa pertanyaan saya lontarkan terhadap saudari-saudari saya dan jawaban mereka alhamdulillah.

DSCF4209

Saya turun dari lantai 2 hotel dan mencoba berinteraksi dengan saudara dan saudari saya ternyata mereka pun tetap mencair seperti sebelumnya, berbanding terbalik dengan hal yang saya takutkan. Sekeliling saya pun tidak ada yang berubah. Hanya hati saya yang berubah ‘ini serius kamu mau pakai seharian? Udah siap jika fotonya nanti ada yang berniqob? Udah siap menjawab pertanyaan Ama dan keluarga?’ ada pertanyaan yang terus berbicara di pikiran saya, saya menjawab pada hati saya ‘InsyaaAllaah Allaah akan lembutkan hati hambaNya, jikapun hanya hari ini saya mengenakannya setidaknya saya sudah mencoba mengenakannya dan saya bisa sedikit tahu bagaimana perasaan dan perjuangan saudari saya sehingga tak membuat saya merasa takut terhadap keputusan mereka bersyar’i secara sempurna’. (more…)

Napak tilas di Semeru, (Part 1)

Perjalanan ini terasa sangat lama dan dalam kabut dingin. Begitu banyak nasihat para pendaki untuk mereka yang sedang melakukan perjalanan. Yang paling saya ingat adalah ‘Jangan selalu melihat keatas ya, terlalu tinggi nanti kamu takut menggapainya. Tapi berjalanlah dengan menunduk. Atur napasmu. Dan latih iklasmu. Tau-tau nanti sudah sampai post akhir’

Setelah setahun berlalu, maaf baru di publis ya.

20160506_083313 - Copy

Hallooo, apa kabar semua? Hari ini saya ingin menulis mengenai pengalaman long weekend saya dan teman teman saya pada bulan mei 2016 . Apa aja si keseruan kami dan kemana aja kami selama hampir 7 hari? Penasaran? Kuy mari beri sedikit waktu saya untuk menuangkan dalam tulisan di blog ini. Pertama sebelum hari keberangkatan, malam itu saya lupa tepatnya kapan saya dan teman kosan merencanakan untuk berlibur pada long weekend yang dimulai dari hari kamis hingga minggu (5-8 Mei 2016). Sebagai anak kosan inginnya si pulang kerumah, hehehehe tapi apa daya dorongan hati untuk berpetualang sama besarnya, dengan sedikit merayu dan mengambil hati orang dirumah alhamdulillah restu di dapat. Tak mau menyia nyiakan waktu langsung sajalah kami membuat group di Whatsapp (Read, WA). Dalam group itu terdapat sekitar 13 orang yang akan melakukan perjalanan ini. Tak mau kehabisan tiket kereta malam itu juga kita membuat kesepakatan untuk membuat komitmen dengan membeli tiket pulang pergi ke lokasi tujuan. Alhamdulillah setelah semua personil di kerahkan untuk mencari tiket, kami ber 13 pun mendapatkan tiket kami. Tibalah 2 minggu sebelum keberangkatan beberapa teman kami qadarallah tidak dapat melanjutkan perjalanan pada hari yang sudah di tentukan dikarena beberapa tanggung jawab yang memang tidak bisa di tinggalkan. Alhasil yang tersisa hanya 9 orang hingga hari keberangkatan. Kami memutuskan untuk berangkat di tanggal 4 mei melalui stasiun senen. Kereta kami berangkat pukul 15.15 dan semua personil berhasil sampai di stasiun sekitar pukul 14.30.  Teman baru, belum kenal lama sebelumnya tentu masih ada canggung, pastinya. Mencoba mencair dalam suasana yang sudah ada di depan mata. Alhamdulillah tidak terlalu sulit kami mencair dalam satu kondisi. Priiitttt bunyi pluit dari penjaga peron kereta yang menandakan bahwa kereta akan segera meluncur, saat kami menoleh keatas hampir semua yang terletak disana adalah tas gunung dengan ukuran bervariasi, dari 45L sampai >60L dan dibungkus dengan rain cover berwarna warni, suasananya ramai sekali dan menyenangkan. Perjalanan 16 jam akan kami lalui bersama dalam malam pertama kami bersama tanpa sebelumnya kami saling mengenal semua, karena memang ada yang sudah mengenal lama ada juga anak baru seperti saya. (more…)

Tentang Syukur, Her Story (Terima kasih atas ceritanya, Part 1)

Tentang, Syukur (Her Story)

Hari ini aku duduk di hadapan seorang perempuan muda yang bertemu dengan sedikit janjian. Entah awal mula berbincang perihal apa, hingga berakhir dengan topik ‘Syukur’, rasanya baru kemarin aku membaca dan mempelajari dengan sedikit hati berberat akan hasil yang kuperoleh. Merasa menjadi orang yang salah, menjadi bodoh dan lambat serta apa yang didapat tak setimpal dengan pengorbanannya, lebih tepatnya ‘lebih banyak keluhan dibanding syukur’. Hingga hari ini jalan Allaah mempertemukanku dengan perempuan muda yang hidupnya masyaaAllaah penuh syukur.

aaaaaaa

Pertemuan kami tidak intens apalagi terencana, kadang hanya sapa hallo seperti orang lalu lalang pada umumnya. Hari ini disela tuntutan deadline, aku membuka pertanyaan yang memang agak sedikit sensitive terkait keputusannya menikah dengan orang yang tidak ia kenal secara fisik. Perkenalan yang ternyata bermula dari Ibunya yang kenal laki-laki yang jauh berbeda pulau yang wajahnya saja tidak pernah ia lihat. Hanya sesekali telpon dari sang Ibu yang kemudian dialamatkan kepadanya. Kedatangannyapun untuk mempersunting adalah hal yang tidak pernah diduga oleh perempuan tersebut. Singkat cerita pernikahan terjadi karena restu Ayah langsung terkantongi. Feeling seorang Ayah biasanya selalu benar terhadap laki-laki yang telah merebut hati gadisnya untuk ia serahkan kehidupan dunia dan akhiratnya. (more…)