life is never flat

1353732442_1372644318_1

Bissmillah, assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh. Hem malam ini mau nulis apa ya?? Sedikit bingung ni guys, percintaan?? Kehidupan?? Motivasi?? Atau pengetahuan?? Dari ke empat option  yang ada sepertinya malam ini i choose the second option that is “ kehidupan “. But this not the other life, this is my life guys, jadi jika ada yang menyerempet masalah masalah yang mirip sama antum  semua dan cara berpikir kita berbeda, so so sorry guys, deal?? I think  you must deal with my statement, cause you can’t complain with me guys # maksa

Aku seorang anak  ketiga dari 3 bersaudara, dan satu-satunya perempuan dalam keluarga ku. Bapak dan mamaku bukanlah seorang yang memiliki jabatan atau berpengaruh di sebuah instansi atau perusahaan, kami adalah orang kampung yang sedang mengadu  nasib di Ibu Kota. Awal kami hijrah ke Ibu Kota, sebuah insiden kecil menghampiri keluarga kami, dimana kakak keduaku saat itu menghilang, saat itu aku masih duduk di kelas 1 SD dan Kakak keduaku itu kelas V SD. Ujian kehilangan anak untuk kedua orang tuaku itu sangat memukul, seperti disambar petir siang bolong, yah mungkin itu pribahasa yang cocok, bayangkan jika kamu yang kehilangan barang kecil saja sudah ruwet semuamuanya kan, nah bagaimana jika anak?

Saat itu aku yang masih kelas satu SD belum begitu mengerti akan arti semua itu, yang aku tahu , kakak ku yang suka mengajak naik sepeda di sore hari berkeliling kampung sudah hampir 1 bulan aku tak melihatnya. Mamaku sudah depressi berat, pikiran buruk selalu membayanginya, apapun bisa saja terjadi, hingga kemungkinan buruk , Mamaku sudah seperti orang yang kehilangan hidupnya. Yang aku ingat setiap pagi mama duduk didepan rumah sederhana kami, di bilik kami yang jauh dari kata “sempurna atau megah” air matanya selalu saja dibasahi oleh air mata yang seakan tanpa henti keluar dari mata indahnya. Bapakku juga tak henti berusaha , segala cara, dari menyebar sanak saudara dan membuat berita di media elektronik bahkan hingga menempel poto kakakku, tapi 1 bulan sudah kakak tak kembali, aku mulai bingung “ apa sebenarnya ini?”.

Saudaraku memberi beberapa penjelasan, lama lama aku baru mengerti kakaku “Hilang??”. Mama dan bapakku tak menceritakan secara detail, karena mereka begitu sibuk mencari kakaku itu, akupun di urus oleh nenekku. Kakaku yang pertama karena sudah menikah dan tidak hidup dalam satu rumah dan tempat tinggal yang jauh dari kami, maka dia tidak banyak melihat keadaan mamaku dan bapakku. Dia membantu menyebarkan berita di dekat daerah tempat tinggalnya dan ke ibu kota juga, kemungkinan kemungkinan ada saja. Bapakku berangkat pagi, malam pulang begitu selama beberapa minggu, hingga beberapa benda kami jual. Demi untuk membiayai pencarian kakaku itu.

Suatu ketika , bapakku bertemu dengan seorang yang sudah tua, dan menanyakan apakah bapakku sedang memiliki masalah? Bapakku menjelaskan semua kronologinya dan mengatakan untuk supaya mamaku rapih rapih karena mungkin nanti sore anaknya akan kembali. Bapakku dalam perjalanan mencari kakaku langsung membatalkan dan kembali kerumah menyarankan mamaku untuk mandi dan bersih bersih badan. Awalnya menolak, tapi setelah dibujuk, akhirnya mau juga. Kalau tidak salah kira-kira jam 10 pagi ada sebuah mobil angkutan yang berhenti tepat di gubuk kami, mobil angkutan itu berplat nomer “ R” dan terlihat itu bukanlah angkutan dari desa kami, tak disangka, terdengar suara kakaku dari kejauhan, mamaku langsung berlari dan memeluk anaknya dengan penuh kerinduan.

Tangisku pecah karena melihat mama dan bapak yang juga menangis karena melihat sang anak kembali lagi, tapi bukan tangis sedih melainkan tangis bahagia. Kejadian itu telah berlangsung kisaran 15 tahun yang lalu. Kini kakaku memiliki keluarga angkat.

Dan yang memiliki orang tua angkat bukan hanya kakakku, aku pun punya. Keluarga angkatku berasal dari keluarga bapakku. Kenapa aku bisa menjadi anak angkat mereka, begini ceritanya teman teman. Saat aku lahir 21 tahun yang lalu, mamaku merasakan ada sesuatu yang aneh yang masih tertinggal didalam rahimnya, waktu itu aku usia 8 bulan, saat mama pergi ke bidan, mereka berkata “ tak ada apa apa” hingga mama masih tidak percaya dan memeriksakan ke beberapa bidan, namun semua berkata “ tidak ada apa apa” . hingga bulan ke delapan setelah kelahiranku, suatu pagi mama merasakan ada sesuatu yang bergerak dan merasakan kepalanya sedikit pusing kepada nenekku. Nenek berkata untuk beristirahan di kamar saja, dan saat dirumah kakaku yang pertama disuruh menggendong aku, tiba tiba saat mama pergi kekamar kecil untuk buang air, darah sudah keluar tanpa henti. Tapi mama tak lantas panik, dia berpikir itu darah haid, tapi kenapa harus pusing, pikirnya. Tak lama mama tiba-tiba pingsan dan semua keluarga dirumah panik. Dibawalah mama ke rumah sakit, dan sesampainya disana, mama sudah kehabisan banyak darah, dan dokter berkata jika tak ada pendonor maka kemungkinan terburuk akan terjadi kepada mamaku.

Akhirnya aku yang masih kecil dan kakak kakaku juga yang masih kecil tak mungkin mereka merawatku anak 8 bulan yang masih tak bisa apa-apa. Kakaku di titipkan ke nenek ku, namun karena nenek yang juga sudah renta, maka bapakku tak mungkin menitipkanku disana. Tiba tiba saudara bapakku datang dan bersedia untuk menjagaku hingga mamaku baik, mereka dahulu pernah memiliki anak perempuan tapi karena suatu penyakit diusia 13 tahun atau 9 tahun anak itu meninggal.

Nenekku yang rumahnya juga tak terlalu jauh dari keluarga angkatku hampir setiap hari menengok ku. Mamaku dirumah sakit berjuang dengan hidup dan mati. Sulit mendapatkan golongan darahnya yang  AB, berbotol botol impus telah masuk ketubuhnya, tapi tak kunjung siuman, darahnya habis terlalu banyak. Alhamdulilah saat Pakde ku mencari darah golongan mamaku ke rumah sakit di kota, Allah memberikan kemudahan, kata pakde ku , saat beliau datang ke rumah sakit itu sudah banyak antrean untuk mengambil darah, dan karena golongan AB yang langka tipis kemungkinan untuk mendapatkannya menurut beliau, tapi Allah berkata lain. Orang-orang mengantre tapi tiba-tiba nama beliau di panggil dan Alhamdulilah setelah beberapa rumah sakit yang didatanginya dan nihil di rumah sakit itu beliau mendapatkan darah AB. Yah, itulah kuasa Allah subhanahu wata’ala.

Transfusi darah pun dilakukan dan Alhamdulillah success .  Beberapa hari sudah tapi mamaku tetap belum membuka matanya, kata bapakku saat bercerita kepadaku. Tak lama setelah transfusi darah akhirnya mamaku siuman. Mamaku menanyakan keadaan anak anaknya. Sungguh mulianya, keadaanya yang belum pulih seutuhnya sudah memikirkan kita bertiga , yahh itulah cinta seorang mama memang sangat besar, bahkan rela mengorbankan nyawanya, tapi ternyata yang menyebabkan mamaku mengalami itu semua adalah karena ada ade kecil dalam perutnya dan itu sudah tak bernyawa sehingga meracuni mamaku. Bayangkan, teman teman, aku saja hingga sekarang tak bisa membayangkan bagaimana perjuangan mamaku.

Your my sun, my moon , my everything mama , i love you so much J. Menurut orang, ade kecil itu adalah kembaranku, jadi dia tumbuh setelah aku keluar kalau kata orang dikampungku itu kembar gantung, aku tak tahu istilah medisnya. Karena usia bayi itu diperkirakan sama denga usiaku, wallahu alam, hanya Allah yang tahu.

Hingga kini, aku dan kakak kedua ku masih sering mengunjungi orang tua angkat kami. Alhamdulillah,  puji syukur atas kehadiran Allah subhanahu wata’ala. Ujian hidup itu memang jika di jalankan dengan ikhlas dan percaya kuasaNya selalu ada untuk menolong, maka memang hal baik akan menyertai perjalanan kita, buka begitu teman??

Thats our story, what your story guys. Come on write your story, share it to give something better to all. Its will help you to make your written will better than before you share your story, but remember guys never made or doing plagiat, make your original story, wish you luck to try write you have idea.

Wassalam

 

Penulis tanpa nama

9 september 2013 di pondok bonny kamar 310 J

Advertisements

2 thoughts on “life is never flat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s