Mimpiku

 

rose-flower-wallpaper-1280x1024-0037

semalam aku yang telah terlalu lelah dengan kegiatan rutinitas disiang hari, memutuskan untuk memberikan hak kepada tubuhku mendapatkan hak yaitu beristirahat. sebelum tidur aku tak lupa menyalahkan alarm karena aku ingin menonton pertandingan bola kesukaanku yaitu real madrid. alarm berbunyi dan aku pun bangun dan menonton pertandingan, setelah itu aku tertidur kembali. saat aku tertidur kembali aku diberikan mimpi yang aku harap menjadi kenyataan. entah siapa dia aku seperti kenal tapi juga tidak. yang aku ingat adalah saat itu kami didalam rumah dan laki laki itu sudah mengendong tas besar dibalik pundaknya.

aku melihat sambil duduk di bangku kecil diruang itu. aku melihat dia dan dia tersenyum kearahku, sejujurnya ini mimpi atau nyata akupun bingung karna saat mimpi itu aku seperti sadar dan tahu kenapa aku disana. dia datang kearahku  dan berkata ” yang baik ya disini, jangan nakal, cuma sebentar, nanti juga balik lagi” aku sedikit tak merelakan dia untuk pergi entah dia ingin pergi kemana, aku berkata ” akan aku antar hingga tempat kau berangkat” dan dia menjawab dengan lembut ” tidak usah, kamu lihat diluar hujan deras bukan??, kau tunggu saja dirumah aku akan baik baik saja” tapi aku tak lantas mengikuti perintahnya, sungguh seperti nyata perasaan ku menjadi takut dan khawatir akhirnya dalam mimpi itu aku bersikeras untuk mengantarnya, setelah dia mengizinkanku dan aku juga minta izin kepada orang tuaku untuk mengantarnya, aku kemudian mengambil baju lengan panjang dan mengenakannya. dia membantuku dan aku melihat kami menggunakan cincin yang sama. tapi bukan cincin emas.

saat itu aku tak bisa melihat wajahnya dengan jelas walaupun aku disampingnya, aroma khas yang menyeruak darinya dan ketika kami akan keluar rumah dia mengenggam tanganku dengan seperti ada perasaan yang sama denganku yaitu tak ingin pergi tapi karena suatu alasan yang penting dia harus pergi sebentar. saat itu pintu depan rumah terbuka dan aku bisa melihat hujan yang deras turun dari langit dia sekali lagi meyakinkanku untuk tidak mengantarnya ” cukup tak usah kau ikut, aku akan baik baik saja, jika kau ikut dan kemudian sakit karna hujan, itu akan membuatku tidak tenang” lalu untuk meyakinkanya aku berkata ” tak apa jika aku sakit masih ada yang merawatku disini, jika kau yang sakit?? ” aku meneteskan air mata. dia tersenyum tapi tetap saja aku tak melihat siapa dia hanya senyum yang aku bisa lihat dan dia memberikan uluran tanganya kepadaku, aku langsung meletakkan tangan itu tepat didahiku hingga tiga kali. saat tangan itu menempel didahiku untuk pertama kalinya aku dapat mencium aroma yang khas, kedua dan ketiga kalinya semakin aku dapat merasakan aroma khas dari tangannya itu. dia mengusap kepalaku dan berkata sekali lagi ” baik baiklah disini, jangan nakal, aku akan kembali ko tidak lama hanya sebentar, jaga dirimu ya” mendengar kata kata nya sungguh aku sampai merasakan bahwa saat itu aku sadar dan bukan bermimpi. akhirnya aku mengantarkannya, tapi entah kenapa aku terpisah dengannya dan aku masuk kedalam sebuah ruangan yang cukup gelap dan menyeramkan, aku berlari dan berharap dia ada didekatku dan menyelamatkanku dan membawaku kembali kerumah awal kami bersama didepan pintu.

aku berlari dan melihat gang gang sempit yang kumuh penuh dengan sampah dan kotoran kotoran, saat itu aku berhaarap untuk terbangung. tiba tiba ada seorang perempuan yang menggunakan jilbab abu abu mempertemukanku dengan seorang bapa bapa tua dan memberitahukan agar aku bisa keluar dari tempat itu, bapa” itu mengantarku kedepan sebuah pintu yang terlihat tua sekali dia berkata “hanya akan ada satu yang keluar dari sini, dan itu kau, temui dia yang ingin kau antar dan jaga perasaan itu jangan kalian saling tak percaya” mendengar itu aku langsung berterima kasih dan keluar dari pintu itu, setelah aku keluar pintu itu menghilang dan aku masuk kedalam tempat yang lumayan ramai dan tak kutemukan dia disana, lalu seperti ada suara yang berkata ” temui dia di tempat orang yang banyak memanjatkan do’a untuk sang khalik” mendengar itu aku merinding dan bertanya dimana masjid terdekat didaerah ini, dan orang yang kutanyai menunjukkan arah kepadaku, aku berlari lagi dan mengikuti petunjuk dari wanita yang kutanyai itu. kutemukan masjid itu dan aku melihat dia duduk disana dengan menghadapkan tubuhnya kearah kiblat. aku menunggunya diluar masjid itu dan melihat dia berdo’a dengan khusyuk. hatiku sekali lagi berharap ini bukan mimpi tapi nyata. dan aku berharap kelak akan mendapatkan seseorang yang memang taat kepadaNYA yang insya allah akan menjagaku hingga akhir, dan bukan hanya untuk didunia juga diakhirat amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s