Tuhan sayang kepadaku, Alhamdulillah

70-photography-13

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, Bissmillah..

Pagi ini aku harus kembali kekantor Imigrasi untuk mengurus beberapa dokumen yang harus aku selesaikan, Malam sebelumnya aku sudah menyiapkan semua keperluan, karena aku tahu ongkos ketempat itu sekali perjalanan akan menghabiskan kisaran 25 ribu rupiah. Mungkin jumlah yang kecil, tapi untuk anak kost seperti ku itu besar, karena biaya hidup yang juga mahal. Sebelum berangkat aku cek uang di dompet, hanya cukup untuk pembayaran pembuatan paspor, pergilah aku ke ATM terdekat, niat uang gaji bulan kemaren tak ingin aku ambil, karena masih banyak keperluan yang lain. Dan aku tak ingin setiap minggu meminta kepada orang tuaku, aku ingin mereka merasa lebih ringan setelah aku besar seperti sekarang ini.

Setiap pulang ke rumah, mama selalu berkata “bawalah uang lebih nak, karena kamu jauh dari orang tua” tapi aku sering menolak dan berkata “Uang minggu kemarin masih ada mah” untuk sekarang sekarang ini , aku sadar aku sedang membutuhkan biaya yang tak sedikit, aku mulai berpikir keras dan belajar untuk merubah cara hidupku. Aku juga ingin belajar cara hidup sederhana , dan menghemat, karena aku tahu betapa sulitnya mencari uang untuk hidup. Semua kebutuhan hidup mengalami kenaikan , apalagi pada masa seperti ini, ketika nilai rupiah merosot jauh. Tapi mau bagaimana lagi aku harus mengambil sedikit nominal untuk keperluanku ini. Kuputuskan untuk mengambil sedikit.

Pergilah aku ke kantor Imigrasi, diperjalanan aku takut uang yang aku bawa kurang, biasanya aku memilih ojek, tapi pagi tadi aku memilih naik angkutan , tak mengapa menunggu lama , pikirku. Setelah sampai dikantor Imigrasi dan selesai mengurus semua data. Aku harus cepat cepat pulang ke kost-an karena masih ada pekerjaan rumah yang menungguku untuk dibereskan. Aku bingung sekali l agi, aku belum pernah naik angkutan dari daerah itu, dan aku tak tahu ada angkutan atau tidak.

Dipertigaan jalan aku berdiri, terasa sangat panas matahari pagi ini, ku tutup wajahku dengan map bening yang ku bawa. Lalu lalang motor dan mobil tapi tak kulihat tanda tanda angkutan mengarah kearahku. Disebrang jalan aku melihat pangkalan ojek, lalu ku tengok kantung kecil di tasku. “ Wahh, aku ndak bisa naik ojek, harus naik angkot, ga papa deh nunggu ,kalo satu jam ndak ada aku akan jalan, “ pikirku.

Tiba –tiba seorang bapak menggunakan jas kuning seperti Tukang ojek lewat dihadapanku dan berkata “ Ojek neng” . Aku ingin menolak tapi kakiku tetap melangkah, akhirnya karena bingung aku bertanya “ Kalau ke Grand Depok City, berapa pa??” .  Aku berharap si Bapak memberikan harga tinggi , supaya aku bisa menolak dan jadi tak terlihat bingung. Tapi jawaban yang berbeda keluar dari bibir tua bapak itu, dengan lirih berkata “ Naik aja neng, ga usah bayar, ayooo” . Sebenarnya aku takut, tapi entah kenapa seperti ada  kekuatan lain yang mendorongku untuk naik, akupun duduk menyamping dan memberi jarak antara aku dan bapak itu, sehingga ada jarak kira-kira satu jengkal. Aku berpegangan kepada besi dibelakang motor itu.

Suasana langsung mencair, si bapak bertanya “ memang mau kemana neng?” aku pun menjawab “ mau ke terminal pak, tapi dari tadi saya menunggu angkutan tak ada yang lewat” , sedikit bingung mau bicara apa lagi, aku berpikir nanti pas turun gimana nii? Uangku?? Tiba tiba si bapak berkata “ lama memang neng kalau nunggu angkutan disini, kalaupun ada neng harus nunggu kisaran 1 jam atau jalan sampai depan” .  Ketika di perempatan bapak ini mengambil jalur yang berbeda dengan rute yang aku lewati tadi pagi dengan angkutan. Aku mulai takut dan berdo’a “ ya Allah jagalah aku dari apapun marabahaya yang mungkin sedang mengintaiku, jagalah aku” . Sudah hampir 15 menit perjalanan aku tak melihat ada angkutan umum. Si bapak lalu berkata “ Neng, nanti naik angkutannya 04 aja atau 06 ya” dengan gugup aku berkata “ ya pak” hatiku terus berdo’a, aku takut ketika mengingat berita berita di TV.

Masya Allah, aku merasa berdosa memiliki pemikiran seperti ini, pikirku lagi. Lalu aku terus berdo’a kepada Tuhanku Allah Subhanahu wata’ala. Sepanjang perjalanan ketika si Bapak tak mengajakku berbicara aku membaca Asma Allah. Sampailah di sebuah pertigaan yang cukup ramai, perasaanku langsung tenang dan aku pun di persilahkan turun, si bapak berkata “ Neng naik yang itu tu” sambil menunjuk angkutan biru bernomor  06, karena tak enak jarak yang terlalu jauh, walau aku tahu dan mendengar di tengah perjalanan si Bapak berkata “ Tak usah dibayar saya neng, ga papa ko” t api tetap saja aku tak enak hati. Dan di tengah perjalanan juga si Bapak berkata “ memang habis dari mana neng?” aku jawab “ dari kantor imigrasi pak” Si bapak “ wah mau pergi jauh ya neng, keluar negeri? Semoga sukses dah ya neng” deg deg deg perasaanku langsung campur aduk merasa bersalah sepanjang perjalanan aku pernah memiliki pemikiran su’udzon kepada bapak ini. Saat turun angkutan di berhentikannya dan Aku turun, ku keluarkan uang selembar selembarnya dari kantung tas ku. Ku sodorkan sambil aku berkata “ berapa pak?? Ini saya mau bayar “.

Subhanallah, aku mendengar jawaban yang diluar logikaku “ Ndak usah bayar neng, uangnya untuk naik angkutan saja, saya ikhlas” . Saya bingung harus berkata apa lalu saya berkata “ tidak pak, ini jaraknya jauh, ini saaya mau bayar” hingga dua kali saya berkata , tapi si Bapak tetap kekeh tak mau dibayar, akhirnya aku mengalah dan berkata “ Terima kasih banyak pak, Saya berdo’a kepada tuhan saya Allah, agar bapak di beri Rizky yang lebih banyak lagi.. Aamiin “ dan si Bapak menjawab “ Aamiin neng, makasih ya”

Bingung dong, harusnya kan aku yang berkata terima kasih, tapi si bapak dengan sopan berkata Terima Kasih. Naik lah aku kedalam angkutan , bulu kudukku merinding seketika, aku merasakan Allah begitu dekat dan sayang kepadaku, saat sulit ini aku masih diberi banyak nik’mat. Baru saja aku naik angkut, aku lihat bapak yang tadi didepan angkutan tidak ada, ku tengok kanan kiri dan belakang mungkin dapat ku temui seseorang mengendarai motor dengan jaket kuning, tapi NIHILL, aku tak melihatnya, itu waktu yang sangat sebentar, hanya selang aku naik ke angkutan saja, tidak sampai 2 menit, padahal saat perjalanan tadi si bapak tak pernah ngebut , pelan sekali membawa motornya. Lalu kemana?? Wallahu alam.. Aku tak tahu. Bukan sekali ini saja, kemarin saat aku sedang mengantre , aku juga di tolong seorang ibu, dan saat aku pas-pas-an membawa  ongkos saat menaruh dokumen sponsorship aku bertemu ibu ibu yang menanyakan jalan dan kebetulan aku juga akan kesana, di angkutan kami  mengobrol dan tanpa di sangka saat aku akan membayar, ibu itu berkata kepada bapak kondektur bahwa aku sekalian di gabung ongkosnya dengannya.

Sepanjang jalan aku merasakan “ Inilah kuasa Allah, saat kita percaya dan berdo’a serta meminta sungguh sungguh , Insyaa Allah, pertolongan dapat kita temui dari siapapun saja” tak terasa air mata mulai menetes dan langsung ku  hapus, karena aku malu jika penumpang yang lain tiba tiba melihat tak ada apa apa, tapi aku menangis. Subhanallah, kisah nyataku hari ini, ingin sekali aku bagi dengan sahabat yang lain, berbagi pengalaman. Semakin menguatkan ketaatan dan keimanan Insyaa Allah. Dan tak ingin sedikitpun aku lupa padaNYA atau berpaling. Ini benar benar cerita nyata dan baru saja aku alami.

Ini ceritaku, apa ceritamu?? Aku berbagi cerita ini bukan untuk mendapatkan iba atau belas kasih atau apapun itu, i dont need it. But just wanna share my story my true story.  Alhamdulilah , Insyaa Allah perjuanganku ini untuk mandiri dan tak selalu meminta kepada ibu bapakku, Insyaa Allah aku bisa menjadi seorang perempuang yang bisa hidup dengan semua hal baik dalam sempit atau lapang, dan bisa terus bersyukur dan percaya Allah tak pernah tidur dan selalu mendengar do’a hambaNya.

Begitulah hidup, perlu sebuah perjuangan. Tak akan ada Pelangi tanpa hujan. Tak akan ada Sukses tanpa perjuangan. Tak akan berubah nasib seseorang jika dia tak mau merubahnya. Dan Allah menyiukai orang orang yang bertakwa , yang dalam do’anya penuh dengan keyakinan do’anya akan di KabulNya.  Setelah usaha yang besar dan ikhlas, Insyaa Allah , Allah akan selalu ada untuk kita. Kesempatan tak datang dua kali, tapi rezeki datang dari pintu mana saja. Dan pertolongan Allah itu nyata untuk hambaNya. J

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Siti rahayu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s