Remaja, mau kemanakah kau langkahkan langkahmu??

Bissmillah, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Pada postingan saya kali ini, saya ingin menulis mengenai lunturnya pola pikir para generasi muda, khususnya dalam hal menjaga pergaulan yang sesuai dengan Agama, adat dan budaya. Sebagai warga negara Republik Indonesia, kita tahu adat kita ketimuran dan kita termasuk negara dengan banyak agama dimana mayoritas adalah Islam. Tulisan ini tidak bermaksud untuk mendiskriminasikan agama yang lain, karena saya hanya akan mengulas dari sudut pandang saya sebagai seorang remaja muslim yang merasa prihatin dengan keadaan para remaja saat ini. Saya bisa menulis karena saya melihat sendiri dan merasakan ketidaknyamanan ketika saya melihat hal tersebut. Para remaja yang masih duduk di bangku SMA atau mungkin SMP dan SD dimana usia mereka masihlah dibawah pengawasan orang tua, dan setelah kuliah atau bekerja sebelum memiliki keluarga sendiri, seorang anak tetaplah dibawah pengawasan orang tua. Sayangnya, terkadang pengawasan orang tua ini masih saja bisa di dobrak oleh para remaja, sering saya melihat anak remaja perempuan khususnya ketika bergaul seperti tidak ada batas antara dirinya dan remaja laki-laki. Astagfirullah, saya juga pernah mengalami masa SD, SMP dan SMA, ketika itu Alhamdulillah Allah menjaga saya dengan tidak membiarkan orang tua saya lengah sedikitpun. Semua gerak saya diawasi oleh mama saya. Disini saya tidak ingin menyalahkan orang tua, karena saya yakin mereka telah menjaga dan mengawasi, namun memang pergaulan anak muda zaman sekarang saja yang sudah diluar kontrol. Bagaimana tidak? Sering kita menjumpai laki-laki dan perempuan bergandengan mesra didepan umum, atau bahkan berpelukan, sungguh ketika melihat itu, saya sendiri yang kebingungan dan malu jika statusnya sudah menikah itu beda cerita, karena baik dimata Agama dan hukum sudah sah, namun jika belum? Apa tidak sayang jika nanti dia yang kau anggap akan menjadi suamimu ternyata bukan dia, dan kau telah tersentuh atau bahkan lebih?. Rasanya malu saya sendiri, walau bukan saya yang melakukan. Entah apa yang salah pada kondisi remaja saat ini, saya seperti berdiri diantara duri-duri yang siap menusuk saya. Saya palingkan pandangan saya dari hadapan saya yang seperti itu, saya temukan dipandangan saya yang lain.

Yang saya khawatirkan adalah pergaulan bebas ini menjadi sebuah kebiasaan atau wajar. Karena saya juga kelak akan menjadi orang tua (in syaa Allah), maka kekhawatiran ini tak dapat begitu saja saya abaikan. Bayangkan jika kelak saya tidak bisa menjaga amanah saya, astagfirullah. Maka dari tulisan ini saya ingin menyampaikan sedikit pandangan saya mengenai perilaku remaja yang diluar batas kewajaran. Seperti berpacaran jika tidak berpegang-pegangan katanya namanya bukan pacaran, apalagi dibilang cupu kalo belum ciuman atau bahkan yang miris adalah mempertaruhkan keperawanan, Astagfirullah (semoga diberi hidayah olehNya). Kita sebagai remaja seharusnya melakukan kegiatan yang sesuai dengan umur kita, jangan sia-siakan masa ini, karena penyesalan akan berada diakhir, dan tak bisa diperbaiki semudah membalikkan telapak tangan.

Remaja, saat kau diberi kesempatan untuk menempuh pendidikan lihatlah mereka yang disekelilingmu memimpikan itu, gunakan kesempatan ini sebaik mungkin. Bersyukurlah, bukan malah sebaliknya, seorang teman pernah berkata kepada saya dan teman-teman “pikirkan, kita hidup di mimpi orang lain, lihat sekitar, mereka memimpikan dapat menempuh pendidikan di perguruan tinggi, dan kita sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, bukankah kita sedang berada dalam mimpi banyak orang? Maka jangan kau kecewakan mereka yang memimpikan hal ini dengan kau menyia-yiakan kehidupan ini dengan hal negative yang akan merusak dirimu kelak”, perkataan teman saya ini sampai sekarang masih lekat dan terngiang ditelinga jika saya ingin melenceng sedikit saja. Bukan berarti kalian tak boleh menikmati masa muda, sah sah saja kalian menikmati masa muda, tapi bukan dengan merusak diri sendiri atau merusak diri orang lain. Bayangkan jika kalian kelak memiliki anak dan dirusak oleh orang lain, atau mungkin bayangkan jika benda kesayanganmu dirusak oleh orang lain, marahkah kalian? Atau biasa saja? Itu pilihan kalian teman. Selagi muda kembali lah ke jalan yang sesuai dengan perintah Tuhan. Karena penyesalan itu adanya di akhir, ingat nasehat orang tua kita.

Betapa sulit kedua orang tua kita mencari nafkah demi hidup kita agar lebih baik dikemudian hari, tapi kita membuang saja begitu harapan dan kerja keras kedua orang tua kita hanya demi kesenangan yang kebanyakan besar berujung maut atau penyesalan besar.

Dan yang marak kini adalah sebutan “cabe-cabean” awalnya saya tidak mengetahui “cabe-cabean” itu apa? Saya kira adalah remaja yang galak dan jutek maka disebut “cabe-cabean” tapi ternyata saya salah mengertikan, saya mensearching dan yang keluar adalah beberapa artikel yang menyatakan bahwa “cabe-cabean” itu adalah remaja putri yang suka nongkrong malam dan menggunakan pakaian super minim, walau kondisi hujan dan dingin, dimana mereka seakan memberikan mahkota sebagai perempuan itu sebuah hal yang biasa, Masya Allah, Astagfirullah.

Seketika saya langsung diam dan membaca beberapa artikel lain. Wahai remaja putri dengan kau melakukan seperti itu kau tidak menjadi seorang ratu atau putri yang akan disanjung banyak manusia lain, melainkan sebaliknya. Tuhan memberikanmu keindahan fisik bukan untuk dinikmati setiap mata , atau setiap orang. Dan untuk para remaja putra, kalian kelak akan menjadi seorang pemimpin didalam keluarga, pertanyaannya adalah relakah kau kelak jika putri mu yang kau cintai diperlakukan seperti itu?? Kau besarkan dengan kasih sayang lantas dirusak oleh kumbang liar yang tak kau harapkan kehadirannya?. Sebelum bertindak coba pikirkan efek atas perbuatan itu.

Saya juga seorang remaja, sama seperti kalian dan saya berharap kalian bisa kembali. Jangan pernah menginginkan dewasa sebelum waktunya, karena kamu akan merindukan masa kanak kanan yang hilang sekejap mata. Perhatikan mereka orang-orang yang bahagia dan sukses mereka semua menjaga diri daripada kemungkaran Tuhan. Maka yuk kita coba berproses tinggalkan masa kelam itu dan perbaiki diri menjemput cahayaNya yang abadi. Tuhan maha pengampun dan pengasih, saya juga banyak dosa, dan bukan manusia suci dari dosa, tapi tak ada salahnya meninggalkan itu semua dan mengharap keridho’anNya, karena kita hidup dibumi Tuhan, dan DIA yang memiliki aturan, bagaimana jika DIA tidak membolehkan lagi kita hidup di bumiNya ini? Mau kemanakah kita?

Remaja adalah gambaran kehidupan masa selanjutnya setelah masa orang tua kita. Remaja adalah ujung tombak sebuah keberhasilan, remaja adalah dia yang akan melanjutkan kemana kehidupan ini akan melaju. Betapa besar amanah itu, maka lakukan hal yang terbaik untuk kehidupan yang lebih baik dimasa depan, jangan kita sia-sia kan amanah ini dan kesempatan meraih hidup yang lebih baik, pikirkan sebelum bertindak dan luangkan waktu untuk melihat sekitarmu agar lebih bersyukur ^_^

 

Wassalam

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s