Kenapa izzah dan Iffah seorang muslimah harus dijaga??

spring-flowers-flowers-31493902-1280-800

Bismillah,

Ada sebuah quotes yang aku dapat ketika sedang asik mensearching tugas pagi ini, entah kenapa aku malah nyasar ke sebuah website tapi, aku bersyukur nyasar ke website itu.. sebenarnya sebelum searching-searching, pagi ini aku sedang membaca sebuah buku yang sangat menarik dan aku sangat suka menyelami lembar demi lembar dari buku ini. Judul buku ini adalah “Jalan Cinta Para Pejuang”, pada sebuah bab aku menemukan sepenggal percakapan yaitu :

“ketika disuatu padang ada beberapa ladang gembalaan, dimana sebagian ladang gembalaan itu pernah dipakai orang untuk menggembalakan ternaknya, dan ada satu ladang gembalaan yang belum pernah disentuh, kemanakah engkau akan menggembalakan ternakmu? | tentu saja keladang gembalaan yang tak pernah disentuh itu” percakapan antara Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dengan Aisyah Radhiallahu anhu.

Membaca penggalan percakapan itu aku teringgat tentang izzah dan iffah yang harus dijaga seorang muslimah, yah aku sadar aku belum sempurna, tapi tak ada salahnya kita belajar bukan begitu benarr?? ^_^

Saat searching tentang izzah dan iffah, Izzah adalah kehormatan perempuan sebagai seorang muslimah. Sedangkan Iffah adalah bagaimana seorang muslimah dapat menjaga kesucian dirinya dengan menjadikan malu sebagai pakaian mereka, aku menemukan sebuah website dimana ada tulisan berjudul “Catatan Seorang Akhwat” disana aku membaca dan merenungi kata demi kata yang dituliskan oleh penulisnya, sungguh aku sangat suka, terlebih ada sebuah quotes yang tertulis indah. Begini bunyi quotes itu :

“Jika engkau jatuh cinta pendamlah rasa itu dan jangan kau tampakkan. Mohonlah kepada Allah agar menjadi tenang. Jika kau mati dalam keadaan bersabar, niscaya kau akan beruntung mendapatkan syurga.” (Taman Orang-Orang yang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu).

Siapa yang belum pernah merasakan jatuh cinta, aku rasa kebanyakan sudah merasakan itu, tapi yang membedakan adalah apakah dia mengumbar atau diam dan bermunajat kepada pemilik hati ini? Banyak hal yang aku takuti ketika aku jatuh hati

  1. Aku takut, kenapa aku takut? Aku takut mencuri keimanan seseorang, aku takut menggodanya, aku takut menjadi fitnah bagi nya dan aku takut atas bisikan maksiat dari setan. Yahh, karena aku sadar usia ku adalah usia yang rentan dengan pergaulan yang semakin tak dapat dikontrol, aku merasakan betapa aku takut masuk kedalam jerat mematikan dari bisikan setan yang selalu menggoda generasi muda, sehingga tak sedikit diantara kami yang menjadi korban jeratan itu, tapi tak sedikit pula diantara kita yang bisa dengan tegas mengatakan “inilah kami yang bebas dari penyakit cinta karena kami majikannya. kami bukan budak cinta”
  2. Aku takut, aku takut  menjadi fitnah bagi mereka, mereka adalah saudara-saudaraku yang sangat aku kasihi dan aku selalu bersyukur dan berterima kasih karena telah dipertemukan dengan mereka teman-teman dan sahabat dari sisiNya.
  3. Aku takut, aku takut tak kuat menjaga diri dari godaan setan.
  4. Aku takut, aku takut menjadi manusia tak amanah yang tak  bisa menjaga janji kepadaNya.
  5. Aku takut, aku takut menjadi kecerobohan dan kelalaian mereka karena aku tak bisa menjadi orang yang membuat aman dan nyaman dalam pertemanan.

Sebuah kisah cinta bukan selayaknya diumbar atau diperlihatkan dalam kata-kata, indah jika lantunan do’a yang terselip dan sebuah permohonan kepada pemilik hati yang dapat membolak balikkan hati hambaNya. Aku ingin menjadi seperti khadijah dan aisyah, khadijah yang menentramkan dan mengorbankan segalanya untuk Rosulullah berjalan untuk berdak’wah dan aisyah yang dengan keceriaan dan kasih sayangnya selalu menghibur Rosulullah.

Kisah cinta Ali dan Fattimah pun indah, mereka berteman sejak kecil, mereka tak mengumbar perasaan, Ali yang dapat menjaga pandangannya dan betapa sabarnya Ali ketika beberapa sahabat rosulullah berniat mempersunting fattimah, ia tak lantas menjadi seorang yang kehilangan akal karena cintanya akan diambil orang, tapi dia tetap ,tetap menjadi pemuda sejati yang dengan keikhlasannya mempersilahkan, walau Ali tak pernah mengatakan rahasia hati nya kepada fattimah ataupun Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. Ia bermunajat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Subhanallah, Allah menjawab do’a Ali yang kemudian Ali menikah dengan Fattimah, inilah jalan yang mempertemukan cinta berserta tanggungjawab. Aku mengambil kesimpulan bahwa cinta itu suci, tak sepantasnya dia ternoda dengan cara penyampaian yang salah. Pernah membaca dari sebuah tulisan yang ditulis oleh ustad Felix Y siauw dalam bukunya yang berjudul “Beyond The Inspiration” disana pada halaman 158 aku menemukan sebuah tulisan “ perasaan antara pria-wanita bersifat fitrah dan hal itu tidak berdosa, dosa akan dinilai dari bagaimana keduanya memenuhi perasaan itu, apakah dengan cara yag baik atau dengan cara yang buruk?”

Pemuda dan pemudi itu bagaikan berjalan ditengah jurang yang dengan siap akan menelan mereka yang tergelincir. Indah memang cinta itu, tapi tak seharusnya merusak akal dan pikiran kita, bener tidak teman??, dan aku sangat menyukai cara mereka menjaga diri mereka dengan hijab mereka, baik akhwat dan ikhwan ,mereka yang dengan teguh memegang prinsip dan komitmen untuk saling menjaga batasan-batasan diantara mereka, sungguh aku belajar dari situ, belajar bertanggung jawab atas setiap perasaan.

Masih banyak hal yang bisa dilakukan selain hanya memikirkan dia yang belum halal untuk kita kawan, ingat kedua orang tua? Sudahkah kita melaksanakan kewajiban kita? Sudahkah kita menjadikan mereka orang tua yang bangga dengan kita? Atau kah kita melupakan kewajiban itu? Karean terlalu fokus dengan perasaan kita?

Ahh.. dahulu aku masih suka mengutamakan ego, tapi kini, in syaa Allah.. ^_^ aku senang melihat mereka yang berjalan lurus, dan tak tergoda dengan godaan godaan yang indah namun berakhir dengan menyesatkan. Para ukhti dan akhi yang telah mengajariku secara tak langsung, aku senang mencuri ilmu dari mereka, yah, caranya dengan memperhatikan mereka, bagaimana mereka bisa tetap istiqomah, bagaimana mereka tetap bisa berinteraksi tanpa mereka melupakan batasan batasan diantara mereka. Indah rasanya, nyaman dan aman. Itulah perasaan yang aku peroleh dari hasil observasi diam-diamku terhadap mereka yang subhanallah aku sulit menggambarkan dalam kata-kata ^_^.

Sungguh aku bersyukur, walau terlambat mengenal perasaan nyaman dan aman ini, tapi tetaplah bersyukur dari pada tidak sama sekali dan terlambat. Para ukhti yang tanpa mereka sadari telah mengajarkanku untuk bersyar’i dalam penampilan, dan para akhi yang tanpa mereka sadari mengarakanku untuk menjaga izzah dan iffah, serta orang tuaku yang begitu protektif kepadaku telah berhasil aku menjawab banyak pertanyaan yang aku simpan dalam hati, kenapa aku tak diperbolehkan untuk merajut hubungan saat masa masa remaja? Mengapa kedua orang tuaku selalu menanyakan siapa saja yang berteman denganku, dan entah kenapa aku juga selalu dengan senang hati memberitahu siapakah teman-temanku, walau kedua orang tuaku tak pernah melihat teman-temanku karena aku tak tinggal satu rumah dengan kedua orang tuaku, tapi aku selalu memberitahu mereka dan itu nyaman untukku, apa sebenarnya ketakutan beliau sehingga over protektif kepadaku, kini aku tahu, itu semua untuk menjagaku.. subhanallah

Sebenarnya laki-laki dan perempuan memiliki risiko yang sama besar ketika salah dalam pergaulan, dan memiliki peluang yang sama besar pula untuk berbalik dan kembali kepada hal yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.

Yang perlu diingat bukanlah hasil, tapi proses yang akan kau ceritakan kepada generasi setelahmu, dengan indah dan dalam lantunan kata yang indah pula.

terima kasih untuk :http://evans86.abatasa.co.id/post/detail/13470/catatan-seorang-akhwat-.html

dan terima kasih untuk para penulis yang sudah menginspirasi serta para akhi dan ukhti yang aku telah curi ilmu dari kalian secara diam-diam.. kemudian untuk terspesial of course kedua orang tua dan keluarga yang telah menjaga hingga kini dan tak pernah lelah menyayangi dan mengasihiku ^_^

wassalam

salam pena ^_^

Advertisements

47 thoughts on “Kenapa izzah dan Iffah seorang muslimah harus dijaga??

  1. Assalamu’alaikum
    Salam kenal teh siti 🙂 seneng deh bacanya,
    Aku mau minta izin buat ngutip ya.. pengen ngeshare di ig hehe

  2. Assalamu’alaikum wr.wb …
    Alhamdulillah, jazakillah kak Siti Rahayu coretannya ngena banget dihati. Berbagi itu indah ya, InsyaAllah kita termasuk orang terpilih dijalanNya. Semoga selalu dilimpahkan rasa syukur dan tetap istiqomah dalam hal apapun ^_^
    Wassalamu’alaikum wr.wb…

    1. Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh, iyaa alhamdulillah insyaaAllah kita di golongkan menjadi golongan yang mendapatkan janjiNya ya.. salam kenal, silah ikuti FB saya @Siti rahayu (Siray) or Instagram saya @srsitirahayu.
      waalaikumsalam, ditunggu komentar di tulisa yang lainnya yaa, salam kenal ^_^

  3. I know its not by chance I clicked your blog, It was Allah’s Will. I just wanted to know about what izzah an Iffah means and I saw your blog suddenly. Feels like I’ve been reproved through it. It’s so beautiful and feel so shame in the same time.
    Thank you very much for wrote this.

    1. Haii, Elsira, I am so sorry too late reply your message, may I answer you now?
      bismillah, Izzah its the honor of women in Islam and to get that honor woman should protect what she has. I am so glad to read your text. You can follow my account in FB @Siti Rahayu (Siray) or Instagram @srsitirahayu, Inshaa Allah there I always available to answer and fast response.

  4. semoga makin banyak muslimah yg tahu dan mengerti arti dari menjaga iffah dan izaah.
    simple dan mudah dimengerti maksud dan tujuan nya, in sha allah bermanfaat 🙂

  5. Haloo ukh, senang membaca tulisannya, mohon arahannya.. sebagai wanita yg tidak sempurna. Kemarin entah dengan bodohnya menginbox laki-laki yg ana sukai. Dijawab dengan katakata yg membuat aku mencari artinya ia mengatakan saya menjaga izzah anda, terimakasih telah mengerti. Setelah baca tulisan ini, sungguh menyesal telah melakukan hal yg seharusnya tidak perlu. 😦 but thankyou so much atas tulisannya..

    1. Assalamualaikum ukhti, insyaaAllaah Allaah akan membantu ukhti menjaga izzah dan iffah, sama ukhti ana juga masih belajar tentang hal ini, bisa sharing melalui FB ana di Siti Rahayu (Siray). Alhamdulilah jika tulisan ini bermanfaat ya ukhti 🙂

  6. MasyaAllah,,suka sekali dg tulisan nya ukhti jd menambah semangat untuk perbaikan diri,,salam kenal yaa.. Saya ayu ukhti 😊
    Izin share ya ukh..
    Jazakillah khoiron

  7. Assalamualaikum ukhti… salam kenal , ^_^ ana eka widya saya ingin belajar menulis sprt mba .. bisa meluapkan isi hati dlm tulisan,, aku suka tulisan mba,,, ini tulisan yg ana cari cari …maa syaa Allah …. bagus nya … jazakillah ukhti,,,

  8. Masyaallah.. Sangat inspiratif sekali teh. 😊 Semoga banyak membawa dampak positif bagi generasi-generasi muda. Sukses selalu.. 😇

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s