ku kagumi kawanku atas jawabannya

Gelapnya langit kala itu, kencangnya angin yang berhembus dan gemuruh dilangit sore itu pertanda hujan akan mengguyur bumi ini. Aku berdiri saat itu, sedang bercanda dengan kawan, namun seketika panik karena lupa membawa payung, hujan pun tak dapat ditahan oleh awan dan jatuh mengguyur bumi sore itu. Seketika aku berhenti dalam percandaan itu. “bagaimana ini??” aku merasa bersalah tak lantas pulang, tapi Alhamdulilah aku bertemu dengan seorang kawan, aku melihat dia sedang memasukan tangan ke tas, dan raut mukanya memberikan isyarat jika dia sedang mencari sesuatu di tasnya, dan aku langsung menebak dia sedang mencari payung untuk melindungi dirinya dari air hujan sore itu. Tanpa basa basi aku langsung saja mengutarakan keinginanku untuk ikut dalam payung itu, agar aku dapat langsung pulang. Dia baru aku kenal, mungkin baru 1 atau 2 bulan, tapi karena kami yang sama-sama supel maka percakapan kamipun tak jarang menemukan titik menyambung dan asik. 

Tak ada pikiran apa-apa selain hanya ingin ikut dalam payung tersebut. Dalam perjalanan yang singkat itu, kami bercakap dan sesekali tawa kami pecah, karena lelucon yang kami lontarkan. Menurutnya, ketika pertama mengenalku adalah aku termasuk orang yang jutek dan sulit untuk beradaptasi, lebih memilih untuk diam sendiri dan asik dengan duniaku, tapi setelah mengenalku, dia berkata bahwa itu kesan pertama yang salah, Karena aku tak seperti itu ternyata, itu menurut dia.

Kami berteman cukup baik, dia aku kagumi atas apa yang dia perlihatkan kepadaku, bukan harta benda atau yang lainnya, tapi tentang luasnya wawasannya. Hampir semua pertanyaanku dapat dijawabnya dengan memberikan argument yang kuat, dimana aku sedikit mengetahui alasan atau referensi dia menjawab pertanyaanku. Seperti bertemu teman lama, karena kecanggunganku seketika luntur ketika bercakap. Keluwesan bahasa yang digunakan dan tanpa maksud menggurui, disitulah aku dapat dengan mudah menelaah maksud jawaban atas pertanyaanku. 

Banyak hal yang aku tanya dan banyak pula jawaban yang diberikannya. Ketika aku tak puas akan jawabannya aku tak segan untuk menanyakan lebih lanjut kepada kawanku itu. Dari dia aku belajar untuk dapat berkomunikasi dengan mudah, karena salah satu kelemahanku adalah sulit berkomunikasi agar mudah dipahami orang lain. Banyak membaca buku, agar akupun mengerti jawaban yang diberikan kawanku tersebut kepadaku. Dia, banyak kalimat darinya yang aku ingat dan kujadikan sebagai pengingat ketika aku lupa. 

Dari kawanku itu pula aku belajar untuk menaklukan bahasa asing, karena aku entah bagaimana tahu betapa kawanku itu pun tak dengan semudah itu mengerti dan bisa bercakap bahasa asing, menurutnya

” tak ada hal yang instan ketika kita belajar bahasa asing, cara jitu apapun itu yang disajikan oleh buku, kalau kita tak berusaha keras untuk menaklukannya maka itu hanya akan menjadi judul pada buku itu”.

Tak akan memberikan efek apapun kepada kita, begitulah menurutnya, dan ini memang ada benarnya. Sangat benar malah menurut saya juga seperti itu. 

Ada sebuah energi positive yang ditransfer dari kawanku itu kepadaku, dari aku yang tadinya hanya membaca novel dan cerita non fiksi, jadi menyukai artikel ataupun penulisan mengenai realita yang terjadi di dunia. Jawabannya membuat saya terkagum, tulisan ini pun aku buat tak ada pikiran macam-macam, hanya sebagai bentuk apresiasi ku atas kawanku tersebut. gomawo 🙂 

Belajar mempertahankan prinsip dari kawanku itu pun membuahkan hasil padaku, ketika terjadi guncangan akan prinsip yang aku pilih untuk aku pertahankan. 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s