Telpon Teromantis

Pink-Flowers-Photos-640x360

 

 

Telephone teromantis, itulah kalimat pembuka untuk tulisan kali ini, saya menulis seperti itu karena saya habis menerima telephone teromantis yang pernah saya terima selama ini. Unik dan membuat saya sering sekali tersenyum setelah menerima telephone romantis itu. Melihat nama yang tertera dilayar HP atas nama tersebut saja saya sudah sangat antusias apakah gerangan yang akan ditanyakan dari sebrang sana? Menunggu kalimat-kalimat penggugah semangat saya ketika futur, dan suara yang selalu saya rindukan dihampir setiap hari saya.

Sore itu, saya yang memiliki alergi terhadap beberapa makanan, memutuskan untuk tak pulang kerumah dikarenakan badan sudah merasakan gatal dan ingin segera menyelimuti dan memberikan obat, takut saya adalah saya menjadi tidak konsentrasi mengendarai kendaraan saya untuk perjalanan ke rumah. Waktu itu pukul 7 malam waktu setempat, dikamar yang selama ini menjadi tempat saya berteduh dari dinginnya hujan dan panasnya matahari, tiba-tiba HP saya berdering dan saya melihat nama pemanggil, langsung dengan semangat saya berbicara, “alhamdulillah saya mendengar suara yang saya rindukan untuk beberapa waktu belakang ini” dalam hati saya berucap seperti itu, tapi saat suara di sebrang sana menanyakan kabar saya, saya lupa untuk seharusnya saya tidak membicarakan alergi saya, upss keceplosan deh, suara di sebrang nampak khawatir sekali dan saya hanya bisa mendengarkan tanpa bisa mencela, sedihnya pikir saya. Setelah percakapan yang akhirnya berakhir dengan percakapan satu arah tersebut, terdengar bunyi, tutt tutt tuut. Itu tanda panggilan dihentikan oleh pemanggil. Saya bingung haruskah saya menelpon kembali atau bagaimana? Satu sisi saya ingin menelepone kembali tapi saya berpikir mungkin akan lebih baik jika saya tunggu kisaran 10 menit lagi saja. 2 menit kemudian HP saya berdering kembali dan dari nomer sebelumnya, suara disana berubah sendu dengan kalimat pembuka “ Nak maafkan mama, karena mama sangat khawatir jadi tadi mama marah deh sama kamu” bak petir disiang bolong jatuh menghancurkan kamar saya, kenapa?  Beliau tidak salah, tapi beliau meminta maaf, seketika saya merasakan air mata mengalir tanpa bisa sedetik saja saya tahan. MasyaAllah terima kasih telah mengirimkan bidadari untuk saya di dunia ini.

Romantis, lebih romantis dibanding telephone yang hanya bertujuan merayu atau membuat saya menjadi tak konsen untuk menjalani hari hari saya. Terima kasih ama tersayang. I love you pull poko’e

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s