KITA ( Kamu dan Aku ) Bukan Untuk Sekarang

Kita. Dua pasang manusia yang berbeda. Fisik dan pikiran. Berjalan pada langkah masing-masing tanpa berusaha untuk saling mengganggu. Perjalanan panjang yang kita lewati tidak akan berakhir walau kita berjalan beriringan. Kita. Kamu dan aku sama-sama memiliki sejuta mimpi. Mimpi yang kita usahakan untuk terwujud. Kita. Kamu dan aku sama-sama dua manusia yang berbeda pandang akan sesuatu. Terkadang bak minyak dan air yang tak dapat menyatu. Namun kadang bak simbiosis mutualisme.

Dua hari lalu, kamu dan aku tertawa bersama dibawah langit sore sambil bertukar akan mimpi kita masing-masing. Dan saling menguatkan hingga kepercayaan akan mimpi tersebut akan terealisasi suatu hari nanti. Bukan sekedar angan belaka membawa ilusi dan memabukkan. Bukan sesuatu yang pantas dianggap tabuh dan tak layak untuk di diskusikan.

Betapa banyak disekitarmu yang tertawa ketika kau berucap. Namun, aku hanya duduk dan tersenyum kecil akan kehadiranmu kala itu. Yah, terkadang aku berpikir. Mungkin, kamu dan aku bukan saaatnya sekarang berdiskusi untuk hal-hal mengenai “KITA”. Memang hati ini telah memilihmu, namun tak ingin aku terlihat menunggu, seperti pesanmu. “Jika kita berjodoh maka akan bertemu pada hari sakral sebagai pasangan yang diridha’i namun jika bukan bisa jadi tuhan telah menyiapkan hati lain yang akan menguatkan”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s