Tak terlihat atau tak terbaca

Hari ini aku datang kekelas untuk kali kedua, setelah sebelumnya hampir dua minggu aku memilih untuk tidak masuk ke kelas di akhir semesterku ini, bukan karena aku malas atau apalah itu, namun ada yang harus aku selesaikan dan itu juga tanggung jawab, namanya juga kehidupan, selalu ada pilihan yang harus dipilih dan aku memilih untuk tidak masuk kedalam kelas selama dua minggu. Kini hari kedua ku hadir dikelas, ternyata di jam pertama yaitu pukul 07:30 dosen pertamaku tak hadir, ada sedikit rasa lega, karena dengan begitu aku memiliki waktu untuk menyelesaikan tugas untuk di jam ke 4 hari ini. Alhamdulillah. Ada saja hal yang membuat aku merasa malu. Hari ini aku kuliah di kampus G, Universitasku memiliki banyak kampus dari A hingga L dan itu semua terpisah jarak. Hari ini aku harusnya memiliki kelas di G namun aku sudah terlanjur ingat kelasku di E, yasudah aku putuskan aku menaruh motor ku di kampus E. Berjalanlah aku sampai kampus yang seharusnya. Dalam perjalanan bertemu dengan seorang dosen yang sudah tau bagaimana pelupanya aku, pertanyaannya adalah “Ko ndak pakai motor?” aku dengan sedikit cengengesan menjawab “saya lupa, dimana saya harusnya kuliah hari ini, dan ternyata setelah saya parkir di kampus ini (E) saya melihat jadwal dan harusnya saya di G, akhirnya saya putuskan untuk menaruh motor saya disini dan saya akan berjalan kekampus yang seharusnya”. Jawaban beliau adalah “kebiasaan”, memang begitulahs saya. Hehehe..

Hari ini saya ingin menulis mengenai apa yang saya lihat disekeliling saya, yang entah itu mahasiwa tingkat berapa. Duduk dengan nyamannya dan seperti tak terusik dengan saya yang sampai mengenakan masker dikarena ia ‘merokok’ entah ia tak bisa membaca atau memang tulisan ‘dilarang merokok!’ yang terlalu kecil. Ahh.. rasanya ingin menegur langsung namun disini keadaan ramai sekali, dan jika ku lakukan maka aku sedang menjatuhkan seseorang dengan sengaja dan itu akan membuatnya malu, cukup aku perhatikan saja ia dan akhirnya ia berhenti merokok. Terkadang aku sedih sekali melihat para generasi muda yang merasa ‘Bangga’ dengan asap yang mengebul dari mulutnya.

Alhamdulillah teman sekelasku yang laki-laki tidak ada satupun yang merokok, dan aku masih memiliki keluarga di kampus ini yang juga tidak merokok. Dan melihat mereka yang duduk duduk di lobbi tanpa ada objek yang dibicarakan yang sedikit bermutu membuat aku berpikir, beginikah generasi muda masa kini? Para tonggak bangsa? Tak bedanya dikelas kelaspun termasuk aku dahulu merasa dikelas hanya sebuah tanggung jawab kepada kedua orang tua yang telah membiayai untuk kuliah, seakan taak ada keinginan untuk menggunakan sedikit potensi yang ku miliki, dan akhirnya aku mendobrak benteng itu dan menemukan sedikit potensi itu ternyata dapat digunakan dan bermanfaat setidaknya aku mencoba mendobrak potensi diri ini.

Advertisements

One thought on “Tak terlihat atau tak terbaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s