SIngkat !

3 Tahun lalu aku melihatnya, duduk didepan kantorku dengan mengenakan kemeja putih. Aku yang berjalan kearahnya sedikit menundukan pandang karena terasa kikuk saja berjalan didepannya. Padahal ia baru pertama kali aku lihat, Tetiba ia bertanya kepadaku “Ka, maaf mau bertanya, apakah atas nama ini sedang dikantor?”. Dengan sedikit salah tingkah aku hanya menjawab “Tunggu dulu, saya lihat ya mas” setelah itu aku sampaikan kepada rekanku itu bahwa ia dicari oleh seseorang berkemeja putih didepan kantor. Tanpa diduga ternyata rekanku itu memanggilnya masuk kedalam kantor. Sedikit aneh rasanya, namun apaboleh buat ia sudah masuk kedalam kantor.

Kini adalah tahun ke 3 aku mengenalnya. Sering berbincang dengannya, dan melihat betapa gigihnya ia dalam mewujudkan impiannya. Rasanya canggung itu masih terasa hingga kini. Beberapa sahabat dan orang terdekat mengatakan ‘cocok’ bahkan ketika aku sedang meminta nasihat dan tak menyebutkan nama orang yang sedang aku ceritakan, mereka selalu menyembut namanya. Seakan orang yang aku maksud adalah ia. Padahal bukan.

Bisa jadi kini kami sama-sama diam dan fokus terhadap apa tujuan kita. Ketika ia diam, rasanya itu nyaman. Pun aku melihatnya merasa nyaman dengan aku yang sekarang.  3 Tahun lalu. Ingatkah? pertama kali aku melihatnya. Dan percakapan pertama kita yang begitu singkat.  Dari balik tembok kamar ini, aku berdo’a agar impianmu tercapai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s