Second Day in Kuala Lumpur

Hari kedua : Minggu, 19.4.2015

Next trip, menuju Kuala Lumpur

Dari subuh kami sudah bersiap-siap untuk meninggalkan kota Malaka menuju Kuala Lumpur. Karena bas terpagi menuju terminal Sentral Malaka pukul 06.30. Pukul 05.30 kami sudah check out dari hotel dan shalat subuh di pelataran gereja Christ Churt.

Terlihat indahnya kota Malaka di pagi hari ditambah hembusan udara pagi yang segar dan kicauan burung gagak. Disini kami harus tetap waspada. Banyak sekali kawanan burung gagak ditempat kami menunggu dan kalau tidak hati-hati bisa-bisa terkena ranjau, kotoran burung Gagak.

a

http://www.mphtj.gov.my/laluan-dan-masa-bagi-bas-panorama

Tepat pukul 06.30 bas yang kami tunggu-tunggu datang juga (Panorama ZT17, harga tiket RM 2). Berbeda dengan kedatangan kami hanya butuh waktu 20 menit (dari terminal Sentral Malaka ke Halte depan Air Mancur Victoria). Nah! Untuk keberangkatan butuh waktu aga lama, basnya muter-muter dulu. Sekitar pukul 07.30 pagi kami tiba di terminal Sentral Malaka.

Lalu kami naik bas menuju terminal Puduraya (sewa bas RM 500), sekitar 3 jam perjalanan pukul 11.00 kami sampai. Dari terminal Puduraya kami berjalan kaki menuju ke penginapan (Arenaa Mountbatten nama hotelnya, hotel bintang 3. Pemiliknya orang India) karena letaknya tidak terlalu jauh. Sementara baru dua kamar yang bisa dibooking semua koper ditaruh disitu.

Koper sudah aman. Lanjut, kami ke KL gallery terletak di area Dataran Merdeka, untuk menuju kesana tidak gampang. Karena tidak ada jaringan LRT maupun monorail yang melewati kawasan Dataran Merdeka. Makanya kami berjalan kaki ke KL gallery. Sesampainya disana kami menjumpai ikon I Love KL, tempat yang menarik untuk berfoto. Harga tiket masuk RM 5.30 (Include pajak 6%).

IMG_20150419_133222

Setelah puas di KL gallery, lalu kami ke Masjid Negara (National Mosque) untuk sholat dzuhur + ashar. Masih dengan berjalan kaki, karena jaraknya tidak terlalu jauh. Dari Masjid Negara kita bisa melihat bangunan stasiun kereta api lama (Sekarang museum kepolisian).

Selanjutnya kami ke Muzium kesenian Islam Malaysia. Berdasarkan informasi, museum ini dibuka pada tanggal 12 Desember 1998. Salah satu institusi terkemuka bertaraf dunia. Terdiri dari empat lantai, lantai tiga dan empat di dalamnya terdapat koleksi artifak mewakili keseluruhan dunia Islam. Tidak hanya Iran dan dan Timur Tengah, tapi juga dipamerkan berbagai koleksi artifak dari Negara China, India dan Asia Tenggara. Seperti, lantai tiga: Pameran India, China, Dunia Melayu, Senibina, Al-Qur’an dan Manuskrip; lantai empat: Pameran Barang Kemas, Senjata dan perisai, Keramik, Kerja Logam, Matawang dan Cap Mohor, Tekstil serta Kerja Kayu dan Gaya Hidup. Harga tiket masuk untuk dewasa RM 12.00, lain-lain RM 6.00, anak-anak di bawah 6 tahun gratis (belum termasuk pajak 6%).

Lelah berjalan-jalan dari pagi kami pulang ke hotel, kali ini tidak dengan berjalan kaki. Kami mencoba menggunakan LRT (moda transportasi darat modern yang ada di KL) dari stesen (stasiun) Pasar Seni ke stesen Masjid Jamek (hanya satu stesen) di laluan Kelana Jaya. Harga tiketnya hanya RM 1 per orang.

Oia… pembelian tiket LRT (Light Rail Transit) menggunakan mesin tiket otomatis. Walaupun sudah ada perwakilan yang membelikan tiket, kami tetap memperhatikan bagaimana cara pembelian tiket dengan mesin tiket otomatis.

IMG_20150419_123041
Harga tiket masuk KL Gallery dan bisa ditukarkan dengan barang senilai 5 RM
IMG_20150419_220151
pembelian tiket LRT
Tiket LRT
Tiket LRT

Penggunaannya cukup mudah, pertama pilih rute dari Pasar Seni ke Masjid Jamek, selanjutnya mesin menampilkan tarif sebesar RM 1. Setelah muncul harga, kemudian diminta memasukkan uang. Berikutnya pecahan RM 1 atau RM 2 (kalau tidak ada pecahan RM 1) dimasukkan ke mesin tiket. Setelah memasukkan uang, mesin mengeluarkan tiket dalam bentuk koin plastik yang selanjutnya disusul koin pecahan RM 1 sebagai uang kembalian.

Nb: Kereta LRT merupakan kereta yang dibangun di bawah tanah dan layang namun berukuran lebih kecil dari MRT.

Dari stesen masjid Jamek kami tinggal jalan kaki menuju hotel. Sampai di hotel ambil koper lalu pergi ke kamar masing-masing. Tidak menyia-nyiakan waktu yang diberikan kami pun bergegas untuk mandi dan rapi-rapi, karena setelah ini harus berkumpul kembali dan pergi ke KLCC melihat Twins tower lebih dekat.

Nb: Twins tower merupakan menara kembar tertinggi di dunia. Pembangunannya dilakukan oleh kontraktor yang berbeda tower satu oleh jepang dan tower dua oleh korea. Berdasarkan informasi, yang duluan selesai adalah tower dua yang dibuat oleh korea, tiga hari lebih cepat.

Kami naik LRT dari Masjid Jamek ke KLCC melewati 3 stesen (Dang wangi, Kampung Baru, KLCC) hanya membutuhkan waktu sekitar 4 menit (harga tiket RM 1.6 per orang) untuk sampai ke Twins tower. Sampainya di Twins tower kami langsung mencari spot untuk berfoto. sambil menunggu malam agar dapat menyaksikan air mancur menari yang berada di taman belakang Twins tower.

Bagi yang kehausan dan tidak membawa air tidak perlu khawatir, tidak perlu beli air mineral. Karena disediakan di taman belakang Twins tower, ada pilihannya mau yang dingin atau biasa saja.

Tepat pukul 20.00 pertunjukan air mancur menari dimulai. Banyak sekali wisatawan ataupun penduduk local yang tidak ingin melewatkan pertunjukkan tersebut. Dengan diiringi musik, air mancur itu menari, meliuk-meliuk seperti penari sungguhan. Tampak lebih indah diterangi lampu warna-warni.

IMG_20150419_204134
Symphony Lake

Sepulang dari Twins tower kami makan di restoran langganan yaitu president corner yang berada tepat di perempatan jalan depan hotel kami. Setelah kenyang dan mengantuk kami kembali ke hotel untuk beristirahat agar esok lebih bersemangat.

Oh iyaa lupa, untuk makan di Malaysia tidak usah terlalu bingung, karena banyak sekali rumah makan yang menjual nasi lemak dan harganya itu sangat terjangkau sekitar 1 RM dan itu sudah sangat kenyang untuk perut kami. Untuk minum kami sering memesan Teh O long, teh o long ini teh manis seperti di Indonesia, jika kalian memesan teh saja, maka yang akan diantarkan kekalian adalah teh tarik yang disertai oleh susu. Untuk memesan air putih dengan es, maka kalian bisa memesan air mineral kosong, kosong disini artinya air putih es biasa seperti di Indonesia. Jika ingin mengganti menu makanan kalian juga bisa memilih roti cane, roti asal india ini sangat enak, dan mengenyangkan, harganya pun murah, hanya 1 RM untuk cane kosong dan 2 RM untuk cane berisi telur.

IMG-20150422-WA0202
Roti Cane
IMG-20150422-WA0232
Nasi Lemak dan Teh O long

Terimakasih

Ini adalah second day kami di KL

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s