The Fourth Days In Malaysia – Batu Caves – Petaling street

Perjalanan Hari Selasa, 20 April 2015

Setelah mengunjungi beberapa kota penting di Malaysia yaitu Melaka, Kuala Lumpur dan Putra Jaya tak lupa pada hari keempat kami bermaksud mengunjungi kampus International Islamic University Malaysia (IIUM) di daerah Gombak. Bisa dikatakan pada hari itu adalah salah satu agenda penting kami selama di Malaysia, karena memang motivasi kami sebelum berangkat ke negeri jiran tersebut adalah untuk mengadakan Study Visit  ke kampus ternama itu. Seperti biasa sebelum kami melakukan perjalanan selama di Malaysia kami paasti selalu menyempatkan terlebih dahulu untuk sarapan di Restoran favorit kami yaitu President Corner. Kenapa demikian

Restauran President Corner dan tersertifikasi Halal
Restauran President Corner dan tersertifikasi Halal

karena disamping makanan yang tersedia adalah makanan halal, disinipun murah dan beragam meskipun tidak semua makanannya sesuai dengan lidah orang kita. Tapi buat, para backpacker yang mempunyai dana pas-pasan dan yang pasti adalah muslim restoran tersebut sangat recommended. Nah, tepat pukul 09.00 kami langsung bergegas menuju Stasiun Mesjid Jamek untuk nantinya naik LRT menuju stasiun Gombak dengan cukup mengeluarkan ongkos sebesar RM 2,6. Butuh waktu kurang lebih  1 jam perjalanan untuk sampai ke Stasiun Gombak karena lumayan jauh dan memang stasiun tersebut adalah stasiun pemberhentian terakhir. Tepat pukul 10.00 kami sampai di Gombak, namun untuk sampai ke kampus IIUM kami perlu naik sekali lagi angkutan umum yaitu RapidKL Bas. Perlu 15 menit untuk menunggu kedatangan Bas tersebut di halte. Setelah beberapa saat menunggu akhirnya Bas tersebut datang dan kamipun langsung menaikinya. Mau tahu berapa ongkosnya? Murah sekali kawan cukup dengan RM 1 kita semua dapat sampai ke kampus IIUM.

Rapid KL Bas
Rapid KL Bas

Sekitar 1 jam kami menempuh perjalanan ke kampus idaman para penggiat ekonomi syariah tersebut dengan sukacita dan penuh harap karena bayangan ataupun mimpi yang dahulu pernah ada untuk menginjakkan kaki di IIUM akan menjadi kenyataan. Dan akhirnya kurang lebih pukul 11.00 kami sampai juga di kampus yang kami idam-idamkan sebelumnya. Ternyata di halte telah ada kerabat kami yang menunggu kedatangan kami, mereka adalah kawan kawan dari ISEFID (Islamic Economic Forum for Indonesian Development). ISEFID ini adalah organisasi mahasiswa Indonesia yang aktif di bidang ekonomi syariah yang keberadaaanya telah lama disana dan telah diakui pula oleh civitas akademika IIUM.

Foto bersama dengan rekan-rekan dari ISEFID
Foto bersama dengan rekan-rekan dari ISEFID

Disana kami diajak ke berbagai tempat oleh rekan rekan ISEFID, tempat pertama yang dikunjungi adalah perpustakaan kampus. Perpustakaan isana sangat mewah dan megah, tidak heran kalau banyak mahasiswa yang betah berlama-lama menghabiskan waktunya di tempat tersebut. di dalamnya terdapat berbagai buku baik yang berbahasa Melayu, Bahasa Inggris sampai dengan Bahasa Arabpun ada di dalamnya. Bagi kami pepustakaan adalah ruh dalam menjadi kehidupan sebagai seorang aktivis dakwah, karena tanpa ilmu dan tanpa membaca lewat fasilitas perpustakaan kami tidak berani untuk sembarangan berbicara mengajak orang untuk mengerjakan amar ma’ruf nahi munkar.

Didepan Library IIUM
Didepan Library IIUM
Suasana rak buku di IIUM
Suasana rak buku di IIUM

Setalah puas bermain di perpustakaan, kami segera diajak berkunjung ke satu tempat yang tak kalah menterengnya yaitu The Blues Mosque (mesjid biru) di tengah-tegah kampus. Disana agenda yang penting adalah berfoto di depan mesjid tersebut, karena melihat keindahan mesjid yang memang bagus dari segi arsitekturnya. Jadi, kmai rasa berfoto di depannya adalah suatu keharusan…hhe

Masjid Birunya IIUM
Masjid Birunya IIUM

Rekan sekalian, ternyata tepat di depan area mesjid ini banyak terdapat jajanan-jajanan baik makanan maupun minuman. Dan kamipun tidak melewatkan moment ini, karena memang perut yang sudah mulai keroncongan ditambah makanan dan minumannyapun sangat menggoda. Ada rujak khas Malaysia dengan bumbu asamnya, ada sejenis minuman sejenis cendol, ada juga tahu gejrot namun tanpa tanpa dipotong-potong tahunya dan masih banyak lagi yang lainnya. Harga-harganyapun tidak begitu mahal berkisar dari RM 1-RM 5, jadi pas lah untuk kita.

Jajan time : )
Jajan time : )
icip-icip time : )
icip-icip time : )

Selanjutya, setelah puas menikmati jajanan murah nan enak kamipun diajak untuk berdiskusi mengenai ISEFID dan IIUM di sekitar area mesjid. Kami diajak berdiskusi oleh rekan-rekan ISEFID terkait sejarah terbentuknya, anggotanya, keberadaan mereka dimata kampus, hingga kiat-kiat apabila kita hendak melanjutkan studi disana. Berkenaan dengan proses melanjutkan studi disana tidak begitu serumit dibayangkan ternyata, syarat yang terpenting adalah :

  1. Harus ada rekomendasi dari tokoh-tokoh berpengaruh (baik internal ataupun luar kampus)
  2. Transkip nilai (IPK tidak boleh kurang dari 3.00)
  3. Menyiapkan dana (kalau tidak memperoleh beasiswa)

Selebihnya seperti sertifikat TOEFL (skor 550), IELTS (skor min 6) dan sertifikat pendukung lainnya adalah sunah hukumnya. Karena akan ada kelas bahasa bagi calon mahasiswa yang tidak mempunyai sertifikat tersebut selama 1 semester untuk membiasakan dalam berbahasa Inggris. Namanya CELPAD (Center of English Language and Pre-University Academic Development), memang bila belum lulus di CELPAD ini calon mahsiswa belum bisa mengambil mata kuliah karena dalam perkualiahan full english jadi mau tidak mau harus segera menyelesaikannya dalam kurun waktu 1 semester. Untuk dana ternyata dari mulai tahun ini sampai kedepannya untuk melangsungkan studi hingga tamat disana membutuhkan dana yang lumayan besar yaitu sekitar RM 30.000 atau setara Rp. 105.000.000 berbeda dengan tahun tahun sebelumnya yang hanya berkisar RM 11.000 atau setara Rp. 30.000.000. Huh, memang lumayan besar dana untuk studi S2 disana kalau kita dapat beasiswa. Nah, makanya bagi yang hendak melangsungkan studi disana sebisa mungkin mencari terlebih dahulu beasiswa baik LPDP maupun beasiswa kampus langsung. Bagi yang hendak melanjutkan studi disana silakan kunjungi website ini www.iium.edu.my. Berikut tahapan untuk mendaftar ke IIUM :

Untuk undergraduates tinggal klik undergraduates student dan ikuti langkah selanjutnya.
Untuk undergraduates tinggal klik undergraduates student dan ikuti langkah selanjutnya.
Ini apabila kita ingin mendaftar sebagai post graduates student
Ini apabila kita ingin mendaftar sebagai post graduates student

Selamat mencoba….

Selepas berdiskusi dengan rekan rekan ISEFID kami dipersilakan untuk berdiskusi dengan pihak kampus yaitu dengan bagian Kulliyah of Economics and Management Sciences (Fakultas Ekonomi dan Ilmu Manajemen). Kami berdiskusi kembali terkait bagaimana untuk menempuh studi disana, dan apa saja program stusi yang ada disana terutama yang ada di Fakultas Ekonomi dan Ilmu Manajmen. Tidak terasa 1 jam berlalu bersama para petinggi fakultas tersebut untuk berdiskusi bersama kami

Foto bersama Dosen Fakultas Ekonomi IIUM
Foto bersama Dosen Fakultas Ekonomi IIUM

Alhamdulillah, akhirnya setelah berdiskusi panjang lebar tibalah waktu shalat dzuhur dan kamipun langsung bergegas mengambil air wudhu dan menunaikan shalat dzuhur berjamaah. Selepas shalat dzuhurpun, kami langsung berpamitan dengan mereka dan tentunya berpamitan juga dengan kampus yang kami idam-idamkan sejak dahulu. Selamat tinggal IIUM, kami pulang sebentar untuk nanti datang kembali sebagai mahasiswa S2 disana, Aamin.

Tak lupa sebelum kami meninggalkan bumi IIUM, kami berfoto untuk kedua kalinya bersama di depan kampus namun tanpa rekan rekan ISEFID.

Pemberian Plakat kepada rekan ISEFID ,ka Hilman Fahri Albana selaku ketua ISEFID Malaysia
Pemberian Plakat kepada rekan ISEFID ,ka Hilman Fahri Albana selaku ketua ISEFID Malaysia
Diskusi perihal ke ilmuan di IIUM
Diskusi perihal ke ilmuan di IIUM
Foto di depan IIUM
Foto di depan IIUM

Sedih rasanya meninggalkan kampus yang sangat ideal dari berbagai sudut pandang yaitu dari mahasiswanya, lokasi kampusnya, lingkungan kampus yang bersahaja. Insya Allah 2 tahun kedepan kami akan datang kembali sebagai pelajar yang membawa nama baik Indonesia.

Pulang dari IIUM kami melanjutkan perjalanan ke Batu Caves dengan menggunakan RapidKL T231 kemabli menuju halted an dilanjutkan menggunakan taxi menuju Batu Caves dengan ongkos RM 11.

Batu Caves adalah bukit kapur, yang memiliki serangkaian gua dan kuil gua, terletak di distrik Gombak 13 kilometer (8 mi) utara dari Kuala Lumpur Malaysia. Batu Caves merupakan nama desa terdekat dengan tempat situs-situs Hindu tersebut berada. Peninggalan paling monumental yang terdapat disana adalah Patung Murugan tertinggi di dunia setinggi 42,7 m (140 ft).

Batu Caves
Batu Caves

Batu Caves selesai, lanjut ke KLCC untuk berfoto dan memuaskan diri disana, dikarenakan hari hari sebelumnya kami belum mendapat angle foto yang bagus dan belum puas juga melihat pertunjukkan air mancur yang spektakuler disana. Tepat pukul 17.30 kami sampai di KLCC dan melangsungkan rencana kami untuk foto di sore hari sebelum nantinya matahari terbenam. Alhamdulillah, rencana kami berjalan dengan lancar dan kamipun melakukan perjalanan terakhir pada hari itu ke Petaling Jaya untuk membeli oleh-oleh….Yeeay….

Dari KLCC kamipun langsung menuju Stasiun Pasar Seni menggunakan LRT yang sudah menjadi transportasi favorit kami selama di Malaysia dengan ongkos RM 1,6.

Waktu yang ditunggu-tunggupun akhirnya tiba, kami sampai di Pasar Seni sekitar pukul 19.30 dan melanjutkan perjalanan ke Petaling jaya dengan berjalan kaki sekitar 10 menit. Dan sesampainya disana kamipun langsung bertebaran kemana-mana mencari oleh-oleh untuk keluarga, saudara, kerabat, teman, dosen yang berada di tanah air.

Tempat belanja di Petaling street
Tempat belanja di Petaling street
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s