5 Hari dengan Vertigo, ini pengalamanku

Ilustrasi vertigo
Ilustrasi vertigo

Jum’at 1 April 2015, malam itu untuk pertama kalinya aku merasakan tubuhku terpelanting 360 derajat di atas tempat tidur. Dengan perasaan takut aku perlahan membuka mata, dan aku lihat dinding dan atap kamar runtuh, teriakku panik mengamankan tubuhku dan berusaha bangkit. Tapi ternyata itu semua hanya ilusi. Beberapa menit kemudian aku tersadar dan melihat sekeliling kamar tidak ada yang berubah hanya aku yang berilusi, aku pikir itu mimpi buruk. Siang hari, masih dihari yang sama aku merasakan tubuhku ini melayang saat berjalan dan terasa lelah yang sangat kurasakan. Aku masih berpikir ini hanya pusing biasa saja. Namun, menjelang malam, ketika aku memutuskan berbaring sebentar, disitu kembali tubuh ini seperti dipelanting dan merasakan aku terjatuh ke dalam jurang, hingga perasaanku aku bergelayutan kepada seikat tali dan tubuhku berada di dalam lubang jurang. Setelah menit, mulai aku merasakan ada sentuhan dan kalimat-kalimat memanggil namanku, dan aku membuka mata, ternyata aku tidak di dalam jurang. Aku, yah aku hanya berbaring di kasur. Seluruh teman merasakan panik, karena aku seperti itu. Rasanya ini bukan pusing biasa. Aku memutuskan untuk membawa diri ini ke RSU dan akhirnya langsung dirujuk ke UGD, saat itu tensi darahku 130/90 dengan detak jantung 80 per second. Bagiku itu normal. Ya. Tentu. Karena aku tak mengetahui secara ilmu kedokteran. Aku hanya merasakan pusing tanpa disertai sakit. Itu saja. Selesai berkonsultasi dengan dokter, dugaanku ternyata benar, vertigo.

Aku hanya tahu itu memang gejala dari sebuah penyakit karena vertigo bukanlah penyakit. Tepatnya 5 hari aku tak bisa berjalan jauh dan merasakan ada saja yang salah pada diriku, hingga puncaknya aku hampir terjatuh di dalam kereta karena memaksakan diri untuk pulang ke rumah dari tempatku ngekost. Tahu, rasanya kamu ingin duduk di dalam kereta dengan tubuh bercucuran keringat dingin namun seperti tak ada yang melihat tanda-tanda tersebut. Aku juga tak ingin meminta duduk karena tepat dihadapku adalah bangku prioritas untuk manula, ibu hamil dan penyandang cacat, sedang aku, aku sehat, tak ada yang menunjukan aku sakit dan lainnya, hanya keringat dingin yang bercucur di dalam baju, dan itu memang tak bisa terlihat, tetapi mungkin raut muka pucat itu harusnya sudah dapat memberikan gambaran. Ku putuskan untuk tidak meminta tolong, egois sekali diri ini rasanya. Tapi sebenarnya bukan itu, aku takut ketika aku duduk, aku akan berteriak dan meminta tolong untuk diselamatkan dari jurang ilusi ku itu.

Setelah turun dari kereta aku langsung mencari taksi dan meminta di antarkan ke alamat rumah. Alhamdulillah sampai di rumah dengan keadaan baik-baik saja secara fisik, padahal kaki masih terasa mengambang ketika melangkah. Dan selama lima hari itu aku merasakan aktivitas ku semua terpenjara, aku tak bisa seperti itu, masih banyak tanggung jawab yang harus kulakukan dan aku harus benar-benar sehat. Dihari kelima aku masih merasakan sangat pusing ketika bersujud di pagi hari. Dan siangnya aku memutuskan untuk melaksanakan sunah yaitu bekam. Tujuh titik yang di buang darahnya, dan aku melihat memang ada segumpal darah kental seperti lendir yang keluar dari hidung. Dan warna yang gelap sekali. Takut. Ya, pastinya. Aku disuntik saja takut dan pingsan, apalahi ini. Dalam keadaan sadar dibekam. Tapi ternyata itu semua hilang, sakitnya tidak seperti yang aku bayangkan. Alhamdulillah malamnya dan pagi ini di tanggal 6 April 2015 tidak lagi terasa pusing ketika bangun tidur. Semoga melalui ini kesembuhan total dari vertigo bisa aku rasakan, dan aku bisa seperti aku yang dahulu, tanpa perlu takut aku tetiba pingsan dan merasakan putaran 360 derajat.

Jangan takut ya, vertigo itu sebenarnya bukan penyakit yang menyeramkan ko, karena memang bukan penyakit, itu hasil yang aku dapatkan dari membaca beberapa artikel disini Terapi, bisa meringankan vertigo, kabarnya memang tidak bisa sembuh, kabarnya ya dari beberapa orang yang mengalami, tapi bisa diminimalisir dan tidak separah ketika awal kita belum tahu cara menghandelnya, tapi jika sudah tahu bisa di minimalisir denga fokus ketika kita tahu vertigo tersebut hendak kambuh, lihat satu objek dan jadikan itu sebagai fokus. Dengan begitu otak kita akan tak menghiraukan sekeliling yang terlihat berputar atau kita yang berputar 360 derajat, memang tak mudah tapi ini cara yang bisa dilakukan kapan saja.

Dan kamu yang terkena vertigo, hindari memakan semua jenis daging, kecuali ikan air tawar, dan jika seperti aku, si pecinta hitam beraroma, bukan berirama ya hehehe…. yaitu kopi, maka harus membiasakan diri untuk tidak mengkonsumsi si cinta kita itu.  Semoga cepat sembuh ya, untuk kalian yang hari ini mungkin mengalami vertigo, atau ada sanak saudara yang sedang vertigo, cepat ketahui gejala semua penyakit itu akan lebih baik. Karena dengan begitu kita dapat tahu, penanganan seperti apa untuk kita.

Advertisements

2 thoughts on “5 Hari dengan Vertigo, ini pengalamanku

  1. Assalamu’alaikum, salam knl mba 🙂 . vertigo, aku juga pernah mengalaminya, lbh banyak dikit dari mba, aku 6 hari, hehehe 😀 . Melayang, Berputar, Merasa tdk seimbang, keringat dingin yg megucur , Halusinasi jatuh kejurang, tepat seperti yg mba uraikan. Dokter berpesan Jangan Terlalu Lelah, Alhamdulillah tdk pernah kambuh 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s