Apakah aku sudah menjaga izzah dan iffahku?

jilbab-abu-abu

Apakah aku sudah menjaga izzah dan iffahku?

Pertanyaan yang sering aku tanyakan kepada diri sendiri. Refleksi atas apa yang sudah aku baca dan aku lakukan, menurutku ‘ya sudah’ walau tidak sempurna. Aku mencoba. Ditengah godaan yang kuat arusnya. Aku mencoba. Kenapa harus aku jaga izzah dan iffahku? Karena aku seorang perempuan, seorang perempuan pasti dalam kehidupannya ingin dihormati kehormatannya, ingin dijaga dan menjaga. Tapi apakah yang aku lakukan sudah menjaga izzah dan iffahku?

#(Untuk yang bingung izzah dan iffah itu apa bisa baca tulisanku yang sebelumnya berjudul ‘kenapa izzah dan ifffah seorang muslimah harus dijaga’). Sebuah tulisan lalu membuat aku banyak berpikir, sudahkah aku menjaga izzah dan iffahku dengan benar?

Pergaulan antara laki-laki dan perempuan kujaga sebisa yang aku jaga, mencoba untuk tidak menyentuh yang bukan mahram, mencoba berbicara secukupnya tanpa membicarakan hal yang tidak penting, aku takut. Aku takut akan ada fitnah antara pergaulan ini. Apakah ini sudah cukup menjaga izzah dan iffahku?

Pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang aku jalani bersama teman sejawat, adik kelas ataupun kakak kelas sudah aku coba untuk saling menjaga agar tak ada kata ‘baper’, agar fitnah tak mampir, siapa yang suka dengan fitnah? Aku rasa tak ada. Sama pun dengan diri ini.

Apakah izzah dan iffah diri ini sudah ku jaga? Itu tugasku kan, tapi apakah sudah benar? Sedang aku hanya perempuan akhir zaman. Apakah izzah dan iffahku sudah kujaga dengan baik dan benar? Dimana dalam diri ini begitu banyak amanah yang wajib aku jaga, sebagai kewajiban kepada pemilik tubuh dan jiwa ini yaitu Allaah Ta’Ala. Sering sekali aku bertanya pada diri ini, apakah sudah kau jaga izzah dan iffahmu? Bukankah engkau ingin dihormati seperti perempuan dalam islam secara benar?

Aku ingin dan selalu berusaha mengosongkan gelasku, mencoba menerima nasihat dan saran daripara saudariku, sahabatku atau teman temanku. Itu semua sebagai penjagaan untuk aku menjaga izzah dan iffahku, namun pertanyaan ‘sudahkah aku menjaga izzah dan iffahku dengan benar?’ terus bermain dalam pikiran.

Semoga apa yang aku lakukan adalah upaya menjaga izzah dan iffahku, aamiin allaahuma aamiin.

 

Depok / 17.06.2016 / 13.44

Sebuah refleksi atas perenungan perenungan pada hari hari yang panjang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s