Kadang,

Kadang kita tak butuh pengakuan. Kadang kita hanya butuh waktu bersama mesti singkat. untuk bercerita, berbagi canda, menangis bersama dan kadang hanya untuk saling menyapa atau berbagi senyum.

Kadang pula kita sering menerka, apa, bagaimaa, kenapa, dan harus bagaimana. Tanpa harus mendapat jawaban pasti. Aneh ya rasanya. Namun kadang memang begitu.

Kadang yakin hingga begitu cepat hinggap di hati, kadang pula ragu cepat hadir secepat kilat cahaya. Kadang ada rasa tidak percaya yang berkelanjutan karena ternyata Tuhan menyiapkan sebuah hadiah terindah yang sudah sedikit nampak kepermukaan dari keabu abuannya. Kadang pula kita menangis dan bertanya kenapa abu abu ini tak kunjung menjadi hitam atau putih. Kita kadang merajuk dan mempertanyakan, namun kadang kita juga mengikhlaskan dengan begitu mudahnya.

Ahh kadang memang seperti itu. Sulit untuk diterka apa hati ingin dan apa realitas terjadi. Kadang pula hal yang kita terka nyatanya tidak baik dan kita baru sadar bahwa realita itu indah, tapi tak jarang pula kadang kadang kita itu kecewa akan realita yang terjadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s