Lift ‘Overload’

Selasa 10 Januari 2017, jam sudah menunjukan pukul 4.30 sore. Saat itu saya dan beberapa asisten di laboratorium tempat saya bekerja memutuskan untuk pulang. Lokasi kami di lantai 5, sedang gedung tersebut memiliki 6 lantai dimana di lantai 6 hanya untuk kegiatan seminar karena tersedia auditorium. Sore itu memang saya dan rekan saya berniat pulang lebih awal dari biasanya, biasanya ketika kursus selesai kami menunggu hingga jam 5 sore, hari itu kami merapihkan lab dengan cepat dan kursus sudah selesai jam 4.30 tepat. Sekitar 10 menit kemudian kami mengunci laboratorium dan menuju ke lift untuk turun ke lantai 1. Di lobby terdapat beberapa mahasiswa yang sepertinya sedang memiliki kegiatan atau sedang rapat, begitu saya melihatnya.

Sempat sedikit kesal ketika mau memasuki lift karena saya sudah didepan lift tapi beberapa mahasiswa yang didalam lift yang hanya sekitar 5 orang memencet tanda pintu menutup jadi saya tidak bisa masuk, akhirnya saya memutuskan untuk mundur lagi dari depan lift dan bergumam lirih yang didengar oleh asisten saya ‘Yaaaahh, kok di tutup itu kan masih muat padahal untuk 10 orang lagi, kenapaa deh, kok kesel ya’, adik asisten hanya tersenyum sambil berucap ‘ iya kak, itu sengaja tadi di tutup saya yang di depan itu tuh’. Baru saja adik tersebut menyelesaikan kalimatnya terdengar bunya ‘teeeeeeeettttt’ dan saya melihat itu posisi lift di lantai 4, sedikit senyum di wajah dan bergumam kecil ‘kasian mereka over load, ahhahaha’ terdengar sedikit jahat si, tapi lega rasanya setelah berucap itu.

Tidak beberapa lama lift kembali ke lantai 5 dan kami ( saya dan 3 asisten saya) ditambah oleh 10 orang mahasiswa elektro masuk ke dalam lift, kapasitas lift di gedung tersebut adalah sekitar 20 orang. Ketika awal masuk saya melihat lantai 6 berwarna merah, saya berpikir karena masih 15 orang mungkin di lantai 6 ada kegiatan sehingga ada mahasiswa atau peserta yang akan turun, pikir saya.

Pintu lift terbuka dan ternyata pintu di untuk masuk ke lantai 6 terkunci, seketika terdengar bunyi ‘Teeeeeettttt’ saya lihat tertulis ‘Overload’. What? Kok bisa? Di lantai 5 tadi tidak over load, kok disini malah over load, terlebih tidak ada mahasiswa atau peserta yang di lantai 6, jadi tadi siapa yang memencet lantai 6? Beberapa mahasiswa terlihat panik, saya coba untuk menenangkan. Kita mencoba mengatur posisi berdiri agar seimbang, tapi gagal, bunyi alarm over load lift terus saja berbunyi. Seorang mahasiswa memberi saran, untuk mengeluarkan tas diantara pintu lift dan pintu ruangan gedung 6, hasilnya nihil tetap terdengar alarm tersebut. Entah kenapa saat itu saya tidak terpikir untuk menelpon Mas OB lantai 5 atau Mas OB lantai 6. 5 menit berlalu, kami berharap mahasiswa di lantai 5 yang mendengar alarm tersebut berinisiatif untuk mencari bantuan, tapi nihil mereka juga bingung, begitu kata salah seorang mahasiswa yang kawannya di lantai 5.

10 menit dengan suara alarm terus berbunyi dan sudah terasa panas, adik saya menelpon seseorang untuk meminta bantuan, disitu saya teringat untuk menelpon Mas OB lantai 5 atau 6.

Mas OB lantai 5 sebut saja beliau Mas Supri, saya telpon awalnya beliau bingung karena di dalam lift sudah mulai gaduh, salah seorang mahasiswa menendang pintu kayu lantai 6 berusaha untuk membuka, namun tidak terbuka sama sekali hanya semakin membuat panik, saya mencoba menahan agar mahasiswa tersebut tidak menendang pintu tersebut lagi dan menyuruh diam semua agar saya bisa menyampaikan keadaan di lift kepada Mas Supri, dan Mas Supri di sebrang telpon sana pun sama terdengar bingung, dari lantai 5 tidak over load sampai di lantai 6 overload, kenapa bisa seperti itu? Saya hanya menjawab ‘Mas Supri, aku juga ndak tahu, tolongin ya’ dijawab ‘ Baik mba, ditunggu ya saya hubungi Mas Tyo ya (OB lantai 6).

Ahh ya, saya juga ada nomer beliau, langsung saya telpon, dan beliau seperti biasa membercandai saya ‘Mba yang itu tuh di pojok suruh keluar aja, kok bisa over load di lantai 6 si mba? Kan di lantai 5 ndak kenapa napa’, yaah Mas Tyo bercanda heeeuu..

5 menit kemudian Mas Tyo seperti super hero membuka pintu dan kami bisa bernapas lega, beberapa mahasiswa memutuskan untuk turun di lantai 6 dan turun ke lantai 1 menggunakan tangga, saya dan beberapa orang masih tetap di lift tersebut. Ketika pintu lift terbuka di lantai 1, beberapa mahasiswa sudah berada di depan pintu dan salah seorang Ibu dosen yang saya kenal, beliau terlihat panik sambil berucap, ‘Alhamdulillah nak sudah pada turun, duduk dulu dan minum dulu ya, alhamdulillah, sekarang kalian sudah di lantai 1, alhamdulillah’ sambil menepuk pundak saya. Saya melihat beberapa wajah yang menunggu kami terlihat panik, saya pikir tidak akan seramai itu tapi ternyata bunyi alarm over load dari lift tersebut terdengar di gedung tersebut hingga ke lantai 1.

Ini pengalaman yang luar biasa rasanya, saya jadi teringat ‘dalam keadaan apapun jangan panik, kalau panik seketika jadi bingung bertindak’ dan itu terjadi. Saya panik bukan karena terjebaknya tapi saya mulai panik ketika sudah 10 menit lift tidak bisa turun, seketika saya juga panik ketika mahasiswa menendang pintu hingga menimbulkan suara dentuman yang besar dan membuat lift bergetar, saya teringat hal buruk saja saat itu, astagfirullah. Alhamdulillah kita selamat ya dik Iing, Titin dan Aat, besok besok untuk siapapun yang naik lift tersebut setelah sampai di lantai 1 jangan iseng semua lantai di pencet ya, kasian kan orang yang ndak tau apa apa jadi terjebak begitu. Kadang memang mahasiswa ada yang iseng setiap lantai di pencet untuk ngisengin pengguna lift agar terbuka setiap lantai dan ini terjadi beberapa kali, saya sering menegur mahasiswa yang seperti itu tapi kadang mereka malah saling menyalahkan sesama teman sambil tertawa, entahlah semoga mahasiswa yang seperti itu segera mendapatkan hidayah ya.

 

Siray

10 Januari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s